Warga Terdampak Paparan Cesium Belum Direlokasi, 9 Orang Minum Obat Khusus
Table of content:
Pemerintah Provinsi Banten saat ini menghadapi tantangan besar dalam menangani masalah paparan radioaktif Cesium 137 di Cikande, Serang. Meskipun sudah ada beberapa alternatif untuk tempat evakuasi, keputusan final masih belum diambil karena perlu pertimbangan yang matang dari berbagai aspek.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa proses relokasi sementara masyarakat terdampak akan segera dilakukan. Hal ini bertujuan agar mereka tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti bersekolah, hingga proses dekontaminasi selesai.
“Kami ingin memastikan lokasi yang dipilih tidak hanya aman, tetapi juga memungkinkan masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa,” ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung baru-baru ini.
Situasi Terkini Terkait Paparan Radioaktif dan Upaya Evakuasi
Saat ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) tengah melakukan pemetaan zona merah dan kuning. Pemetaan ini bertujuan untuk menentukan area yang paling terpengaruh oleh paparan radiasi, sekaligus menemukan lokasi evakuasi yang aman bagi masyarakat.
Zona yang teridentifikasi sebagai tempat evakuasi sementara akan berada di luar zona paparan radioaktif. Pemprov Banten menginginkan semua langkah diambil dengan hati-hati agar masyarakat tidak mengalami kesulitan lebih lanjut.
Andra mencatat bahwa sudah ada langkah awal untuk merelokasi masyarakat yang berada di kawasan terdampak. Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai lembaga dalam proses penanganan ini.
Tindakan Darurat dan Penanganan Kesehatan Terkait Paparan Radioaktif
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, terdapat sembilan warga yang terkonfirmasi terpapar Cesium 137. Mereka saat ini menjalani perawatan di rumah dan harus mengonsumsi obat khusus yang disediakan oleh pemerintah, sebagai langkah awal menuju pemulihan kesehatan.
“Kami berharap proses ini tidak berlangsung lama. Target kami adalah memastikan bahwa semua warga yang terpapar dapat kembali normal dalam waktu tidak lebih dari dua bulan ke depan,” ungkap Andra.
Kapolda Banten, Irjen Hengki, juga menekankan bahwa petugas sudah siap untuk mengevakuasi warga dari zona merah. Pengelolaan yang baik di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi dan dekontaminasi.
Proses Dekontaminasi dan Solusi Jangka Panjang
Kegiatan dekontaminasi sedang berlangsung di sepuluh titik yang telah teridentifikasi dan diharapkan rampung dalam waktu maksimal satu bulan. Proses ini menjadi fokus utama untuk mengurangi risiko paparan radioaktif kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.
“Penanganan harus dilakukan secara terpadu dan cepat, untuk memastikan masyarakat dapat segera kembali dengan aktivitas sehari-hari mereka,” tambah Hengki.
Beliau juga menekankan bahwa penyelidikan terkait sumber pencemaran sedang dilakukan oleh tim dari Bareskrim Polri. Hingga saat ini, terdapat dugaan bahwa sumber pencemaran berasal dari skrap baja yang diimpor dan penggunaan Cesium-137 untuk kepentingan komersial.
Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dan Edukasi tentang Keamanan
Keterlibatan masyarakat dalam mendapatkan informasi terkini sangat penting. Edukasi mengenai risiko radioaktif dan bagaimana cara melindungi diri dari paparan juga menjadi perhatian, agar mereka bisa menyikapi situasi dengan bijak.
“Kami akan terus berkomunikasi dengan masyarakat mengenai langkah-langkah yang diambil pemerintah,” kata Andra. Dia mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini.
Pemerintah juga akan memberikan informasi dan panduan tentang langkah terbaik yang harus diambil jika terpapar zat radioaktif. Ini diharapkan bisa mengurangi kekhawatiran dan mempersiapkan masyarakat untuk situasi darurat di masa mendatang.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








