TNI Tindak Tegas Anggota Diduga Aniaya hingga Tewas
Table of content:
Kepala Dinas Penerangan TNI AD memastikan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap anggota yang terlibat dalam penganiayaan Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, yang berujung pada kematian saat bertugas di Papua. TNI menegaskan bahwa mereka tidak mentolerir kekerasan dalam bentuk apa pun, baik terhadap masyarakat maupun antar anggota sendiri.
Informasi yang disampaikan oleh Brigjen Donny Pramono menunjukkan komitmen institusi untuk mempertahankan integritas dan disiplin dalam jajaran mereka. Proses hukum akan ditegakkan secara konsisten, untuk memberikan rasa keadilan bagi korban dan jelas bagi semua anggota TNI.
Pernyataan ini muncul setelah tragedi menyedihkan yang terjadi pada 31 Desember 2025, di mana Pratu Farkhan diduga menjadi korban kekerasan sesama prajurit. Lebih lanjut, penganiayaan ini menghadirkan pertanyaan mendalam mengenai etika dan disiplin di kalangan prajurit TNI.
Komitmen TNI dalam Menangani Kasus Penganiayaan
Brigjen Donny Pramono menggarisbawahi bahwa TNI tidak akan ragu untuk mengambil langkah hukum jika terbukti ada pelanggaran disiplin maupun hukum yang terjadi di dalam internal angkatan. Dia menekankan bahwa semua penyelidikan akan dilakukan secara terbuka dan transparan.
Ia menyatakan bahwa beberapa pihak yang terlibat dalam kasus ini telah ditahan untuk memudahkan proses investigasi. Penahanan ini diharapkan dapat mempercepat penegakan hukum yang adil dan tepat.
Dalam investigasi ini, semua aspek akan diperhatikan, termasuk dugaan keterlibatan oknum prajurit senior. Penanganan masalah ini menjadi prioritas untuk memastikan tidak ada impunitas dalam kasus yang begitu serius.
Langkah-langkah Penyidikan yang Dilakukan TNI
Menurut Donny, persidangan dan proses hukum yang akan dilakukan harus sejalan dengan ketentuan yang berlaku. TNI mengutamakan keadilan dan profesionalisme dalam penyidikan, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Pengawasan ketat akan diberlakukan selama proses penyidikan berlangsung. Ini menjadi bentuk tanggung jawab TNI dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi mereka.
TNI juga berjanji untuk memastikan bahwa kasus ini ditangani secara proporsional, tanpa adanya pengaruh dari pihak luar. Hal ini bertujuan untuk menjaga marwah dan kehormatan institusi TNI Angkatan Darat.
Harapan untuk Keadilan bagi Keluarga Korban
Keluarga Pratu Farkhan Syauqi Marpaung tentunya berharap untuk mendapatkan keadilan. Mereka menginginkan penjelasan yang jelas mengenai kondisi yang menyebabkan kematian Farkhan selama menjalankan tugas.
Memperoleh keadilan menjadi harapan utama bagi keluarga. Mereka menginginkan agar kasus ini tidak hanya menjadi statistik, tetapi bisa menjadi titik balik bagi perbaikan di lingkungan TNI.
TNI juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses penyidikan ini. Sinergi antara TNI dan masyarakat dipandang penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta meningkatkan integritas institusi.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







