Polisi Beri Penjelasan Terkait Kasus Peretasan Data oleh ‘Bjorka’ Palsu yang Viral
Table of content:
Polda Metro Jaya saat ini tengah mengusut kasus yang melibatkan sosok yang dikenal sebagai ‘Bjorka’. Penangkapan ini mengungkap dugaan adanya peretasan terhadap data nasabah bank swasta yang merugikan banyak pihak.
Penyidik Polda Metro Jaya mencermati identitas dan latar belakang pelaku yang ditangkap, seorang pria berinisial WFT yang berusia 22 tahun. Pengamatan mendalam dilakukan untuk memastikan apakah dia adalah hacker yang viral belakangan ini.
Brigjen Ade Ary Syam Indradi, Kabid Humas Polda, mengungkapkan bahwa penyelidikan terus berlangsung. Penyelidik berusaha menemukan benang merah antara WFT dan sosok ‘Bjorka’ yang sebelumnya ditemui dalam kasus serupa.
Perkembangan Terbaru Mengenai Kasus Peretasan
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menangkap WFT yang diduga sebagai hacker Jumat lalu. Penangkapan ini merupakan hasil laporan dari salah satu bank swasta yang merasa dirugikan akibat tindakan WFT.
Kebangkitan kasus ini dimulai ketika data sensitif nasabah muncul di media sosial. Fakta bahwa WFT mengaku telah mengakses dan membagikan 4,9 juta akun database nasabah membuat situasi semakin berbahaya.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa laporan tersebut diterima sejak 17 April 2025. Setelah menerima laporan, penyidik melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap tindakan ilegal ini.
Motif di Balik Tindakan Kriminal
Menurut keterangan pihak kepolisian, WFT memiliki motif untuk memeras bank swasta. Ia berupaya mengancam pihak bank untuk mendapatkan sejumlah uang dengan cara yang tidak sah.
Aksi ini kabarnya diungkap setelah WFT mengunggah konten yang menunjukkan database nasabah ke akun media sosialnya. Meski belum sempat melaksanakan niat jahatnya, upaya pemerasan ini tetap harus dicermati secara serius.
Pihak bank segera melapor ke pihak berwenang setelah mengetahui adanya akses ilegal terhadap data mereka. Ini menunjukkan kesigapan bank dalam melindungi data nasabah.
Penyidikan dan Tindakan Selanjutnya dari Pihak Kepolisian
Dalam penjelasannya, Brigjen Ade menegaskan komitmen Polda Metro Jaya untuk melakukan pendalaman lebih lanjut. Penyelidikan melibatkan pengecekan data dan bukti-bukti yang ada untuk memastikan keselamatan warga.
Penyidik tidak hanya fokus pada WFT, tetapi juga melakukan penelusuran terhadap kemungkinan pelaku lain yang terlibat. Ini adalah langkah preventif untuk mencegah aksi serupa di masa mendatang.
Kepolisian juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menggunakan layanan perbankan dan menjaga kerahasiaan data pribadi. Edukasi mengenai pentingnya keamanan data pun diperkuat melalui berbagai saluran.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







