Pengiriman TNI ke Gaza Menunggu Perintah Presiden
Table of content:
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, mengungkapkan bahwa TNI telah menyiapkan pasukan untuk misi Board of Peace di Gaza, Palestina. Proses pengiriman pasukan ini hanya menunggu instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk dilaksanakan.
“Kami sudah mempersiapkan pra-jurit di Mabes TNI dan Panglima TNI, tinggal menunggu perintah untuk berangkat,” jelas Donny di kompleks parlemen Jakarta. Ia menegaskan kesiapan TNI dalam misi ini, yang diharapkan segera dilakukan.
Dalam pernyataannya, Donny juga menyampaikan pentingnya koordinasi antara TNI dan pemerintah untuk menentukan waktu pengiriman. Penantian akan instruksi ini menunjukkan keseriusan TNI dalam menanggapi situasi di Gaza yang membutuhkan intervensi internasional.
Persiapan TNI untuk Misi Perdamaian Internasional di Gaza
Bersamaan dengan pernyataan Donny, Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi, menjelaskan bahwa jumlah prajurit yang akan dikirim ke Gaza rencananya akan diputuskan akhir bulan ini. Pada minggu terakhir bulan Februari, keputusan final mengenai jumlah personel yang akan diberangkatkan diharapkan akan diumumkan.
Budi menambahkan, kemungkinan prajurit yang terpilih adalah mereka yang telah berpengalaman dalam misi perdamaian sebelumnya. Ini menunjukkan langkah awal yang serius dari Indonesia dalam berkontribusi terhadap stabilitas keamanan di kawasan konflik.
“Kami sudah mengidentifikasi beberapa opsi untuk partisipasi aktif dalam perdamaian di Gaza. Keputusan akhirnya akan ditandatangani oleh Presiden pada akhir bulan ini,” jelasnya.
Peran Indonesia dalam Misi Stabilitas Internasional di Gaza
Media Israel melaporkan bahwa Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang mengirim Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) ke Gaza. Rencana ini sudah dibahas sejak bulan lalu dan bertepatan dengan pertemuan yang akan dilakukan di Washington pada 19 Februari mendatang.
Keikutsertaan Indonesia dalam misi ini diharapkan dapat mewujudkan stabilitas dan perdamaian di kawasan yang terkenal dengan konflik berkepanjangan. Dalam konteks ini, dukungan internasional akan sangat penting.
Kehadiran pasukan Indonesia di Gaza diharapkan dapat mempercepat proses perdamaian dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Dalam hal ini, peran aktif dari negara-negara anggota Dewan PBB adalah krusial untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan perdamaian abadi.
Dukungan Internasional dan Resolusi PBB
November lalu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah mengesahkan resolusi yang diusulkan oleh Amerika Serikat untuk membentuk Board of Peace. Resolusi ini juga mengizinkan pengerahan pasukan ISF di bawah komando badan tersebut, yang menjadi langkah penting dalam misi perdamaian.
Dengan adanya resolusi ini, BoP diberikan wewenang untuk membentuk ISF yang dapat dikerahkan ke area konflik. Tindakan ini menunjukkan bagaimana komunitas internasional bersatu untuk menanggapi kekerasan dan kebutuhan akan perdamaian di Gaza.
Partisipasi Indonesia dalam misi ini merupakan wujud komitmen negara dalam membantu proses perdamaian global. Melalui langkah ini, diharapkan Indonesia dapat memainkan peran yang lebih besar dalam geopolitik kawasan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







