Kekasih Akhiri Hidup Bersama di Buleleng Bali
Table of content:
Dua individu, seorang pria dan seorang wanita, ditemukan tewas dengan cara gantung diri di sebuah lokasi di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Kejadian tragis ini berlangsung pada Selasa, 20 Januari, dan menciptakan kehebohan di kalangan masyarakat setempat.
Kedua korban yang tewas tersebut teridentifikasi dengan inisial PAS, berusia 28 tahun, dan SBC, berusia 24 tahun. PAS diketahui sebagai seorang petani dari Desa Gobleg, sedangkan SBC merupakan warga Desa Kubutambahan. Keduanya diduga merupakan pasangan kekasih yang memiliki hubungan rumit.
Penemuan mereka yang tergantung bersebelahan di dalam kamar kos di Banjar Adat Sari Kelod ini dilakukan pada pukul 11.00 WITA. Situasi ini langsung menarik perhatian pihak kepolisian yang segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai latar belakang peristiwa ini.
Kronologi Penemuan Kasus Gantung Diri yang Mengejutkan
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut terungkap ketika seorang saksi mengetuk pintu kamar kos dengan harapan mendapatkan respons. Namun, setelah beberapa kali mengetuk, tidak ada jawaban, yang kemudian memicu rasa curiga.
Saksi utama yang bernama MH, yang merupakan pemilik kamar kos, datang dan meminta salinan kunci untuk membuka pintu. Namun, pintu masih terkunci dari dalam, sehingga menambah ketegangan dalam situasi tersebut.
Saksi KW yang berada di lokasi kemudian mencoba mengintip melalui ventilasi dan terb shock saat melihat kedua korban tergantung. Hal ini menunjukkan tidak adanya indikasi kekerasan lain, yang memperkuat dugaan bahwa ini adalah bunuh diri.
Penyelidikan dan Hasil Pemeriksaan Medis Polisi
Hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa peristiwa ini dapat dikategorikan sebagai gantung diri murni. Kasubag Humas Polres Buleleng menjelaskan bahwa kedua korban telah diidentifikasi telah meninggal dunia sejak beberapa jam sebelum penemuan mereka.
Pihak kepolisian juga menemukan tidak adanya bekas kekerasan lain pada tubuh korban, hanya terdapat tanda jeratan di leher. Dari kondisi fisik yang ditemukan, diperkirakan waktu kematian berkisar antara dua sampai enam jam sebelum mereka ditemukan.
Motif di balik tindakan tragis ini diyakini berasal dari hubungan asmara yang terlarang. Diketahui bahwa PAS sudah menikah, sementara SBC masih berstatus lajang, menimbulkan tekanan psikologis yang berat bagi keduanya.
Faktor Psikologis dan Komunitas yang Terpengaruh
Ketegangan psikologis akibat hubungan yang terlarang adalah isu serius yang dihadapi banyak individu. Dalam kasus ini, hubungan keduanya bukan hanya membawa konsekuensi sosial, tetapi juga emosional yang mendalam.
Pihak berwenang terus mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi mental individu, terutama yang terlibat dalam hubungan yang penuh konflik. Dukungan psikologis dan komunikasi terbuka seringkali dapat menjadi jalan keluar bagi mereka yang mengalami tekanan berat.
Tindakan bunuh diri sering kali meninggalkan dampak emosional yang mendalam dalam komunitas. Keluarga korban, teman, dan tetangga sering kali merasa kehilangan yang mendalam, dan hal ini perlu ditangani dengan hubungan serta perhatian yang lebih.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







