Jangan Terlihat Salah Justru Mendapat Bantuan
Table of content:
Isu pembangunan kembali Gedung Pondok Pesantren Al Khoziny yang ambruk menuai berbagai reaksi dari anggota DPR. Kritikan tersebut terutama datang dari Saleh Partaonan Daulay, yang merasa pemerintah seharusnya lebih berhati-hati dalam menangani kasus ini, mengingat banyaknya pondok pesantren lain yang juga membutuhkan perhatian dan anggaran.
Dalam pandangannya, bantuan dari APBN seharusnya tidak diberikan secara sembarangan, terutama jika ada indikasi bahwa kesalahan dalam pembangunan sebelumnya mungkin menjadi penyebab ambruknya gedung tersebut. Penanganan kasus seperti ini membutuhkan ketelitian agar tidak menimbulkan kecemburuan di antara lembaga pendidikan lain yang juga memerlukan dukungan dari pemerintah.
Saleh menegaskan bahwa penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebelum mengambil langkah besar dalam hal pembangunan kembali. Jika tidak, bantuan yang diberikan justru dapat dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap berbagai institusi lainnya yang juga berhak mendapatkan bantuan serupa.
Pentingnya Evaluasi Menyeluruh Untuk Menghindari Kesalahan yang Sama
Selain menyuarakan kritik, anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem, Rudianto Lallo, juga meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas kejadian ini. Dia menegaskan bahwa harus ada pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terkait dengan insiden tersebut, terutama mengingat banyaknya korban jiwa yang jatuh akibat ambruknya gedung.
Sikap waspada terhadap keselamatan bangunan menjadi penting. Jika kejadian ini tidak diproses dengan baik, maka akan ada potensi terjadinya insiden serupa di masa yang akan datang. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh dari semua pihak yang terlibat diharapkan bisa lebih meningkatkan keselamatan di lingkungan pesantren.
Lallo menegaskan, peristiwa Al Khoziny harus menjadi pembelajaran bagi pesantren lain dalam hal pembangunan gedung. Jika ada tindakan yang kurang tepat, harus ada sanksi atau langkah pencegahan agar tragedi ini tidak terulang.
Perencanaan Pembangunan Ulang: Mempertimbangkan Anggaran dan Keamanan
Rencana pembangunan ulang Gedung Pondok Pesantren Al Khoziny menggunakan APBN disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Menurutnya, setelah melakukan perhitungan, merenovasi bangunan yang ada ternyata lebih mahal dibanding membangun dari nol.
Dody juga menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan penghitungan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk membangun gedung pondok pesantren tersebut. Dalam hal ini, diharapkan adanya kemungkinan sponsor atau dukungan dari pihak swasta untuk turut berkontribusi.
Pemerintah tampaknya optimis bahwa anggaran yang dibutuhkan akan mencukupi. Namun, Dody menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pembangunan agar tidak ada celah bagi kesalahan yang serupa di masa mendatang.
Kedudukan DPR Dalam Pengawasan Proyek dan Keselamatan Pendidikan
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, pun menegaskan bahwa rencana pembangunan kembali Gedung Al Khoziny belum mencapai kesimpulan final, meskipun dorongan dari DPR untuk memperhatikan bangunan-bangunan pesantren yang sudah tua sangat kuat. Dalam konteks ini, pertimbangan keselamatan menjadi titik berat yang harus diperhatikan oleh semua pihak.
Dasco menegaskan bahwa prioritas utama adalah mengantisipasi kejadian-kejadian yang dapat berakibat fatal, serta memastikan semua bangunan yang digunakan untuk pendidikan memenuhi standar keselamatan. Ini penting agar kejadian tragis seperti ini tidak terulang.
Penting juga untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam menjaga standar bangunan yang aman dan layak. Ada harapan agar pemerintah mampu memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur pendidikan, terutama yang berkaitan dengan keselamatan jiwa para santri.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







