Hujan Sedang hingga Lebat Diprediksi di Jakarta dan Sekitarnya Hari ini
Table of content:
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan bahwa wilayah Jabodetabek akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini, Minggu (8/2). Peringatan ini dikeluarkan dalam laporan cuaca yang memperkirakan hujan berpotensi terjadi di seluruh kawasan tersebut dari tanggal 8 hingga 10 Februari.
Pihak BMKG menekankan bahwa tidak ada potensi hujan ekstrem selama periode tersebut. Hujan yang diperkirakan hanya memiliki intensitas sedang dan lebat, sehingga warga diharapkan tetap waspada, terutama terkait dengan potensi angin kencang yang mungkin menyertai hujan tersebut.
Selanjutnya, untuk hari Selasa, 11 Februari, BMKG menginformasikan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diprediksi akan terjadi. Perubahan cuaca ini dipicu oleh beberapa dinamika atmosfer yang sedang berlangsung, yang bisa berpengaruh pada kondisi cuaca di seluruh Tanah Air.
Pola Cuaca di Jakarta dan Sekitarnya Selama Februari
Wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan berisiko mengalami hujan lebat yang disertai angin kencang. Warga di area tersebut disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca agar dapat bersiap menghadapi kemungkinan tersebut.
BMKG menggarisbawahi bahwa hujan dengan intensitas tinggi baru akan terjadi secara signifikan pada hari Selasa mendatang. Jadi, warga disarankan untuk mempersiapkan diri dan tidak lengah meski akhir pekan ini hujan yang turun tidak tergolong ekstrem.
Dinamika atmosfer yang berpengaruh dalam minggu ini, termasuk fase La Nina yang terpantau lemah, juga berkontribusi pada pola cuaca di Indonesia. Secara lebih umum, fenomena cuaca ini bisa mempengaruhi aktivitas konvektif di berbagai wilayah, terutama di kawasan timur Indonesia.
Dampak El Nino dan Monsoon terhadap Cuaca
BMKG menjelaskan bahwa saat ini El Nino-Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase La Nina yang lemah. Hal ini ditunjukkan oleh nilai SOI yang tercatat positif dan indeks Niño 3.4 yang menunjukkan penurunan suhu permukaan laut yang dapat mempengaruhi pola cuaca.
Monsoon Asia yang masih aktif pada periode ini turut memberikan kontribusi terhadap pembentukan cuaca di wilayah Indonesia. Adanya interaksi antara angin monsoon dan kondisi atmosfer lainnya diharapkan tidak hanya memberi dampak negatif, melainkan juga bisa berpotensi mendatangkan hujan yang bermanfaat bagi pertanian.
Ada juga fenomena Cold Surge dari kawasan utara yang melintasi ekuator. Ini akan berlangsung selama beberapa hari dan bisa memengaruhi kondisi cuaca di beberapa wilayah seperti Pesisir Utara Jawa dan beberapa bagian Kalimantan serta Sumatera.
Gelombang Atmosfer dan Keterkaitannya dengan Cuaca
Gelombang atmosfer yang dikenal sebagai Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga terpantau aktif di berbagai lokasi di Indonesia. Kedua bentuk gelombang ini berpotensi mempengaruhi pola pergerakan awan dan curah hujan di kawasan-kawasan tertentu.
Kombinasi antara gelombang atmosfer ini bersama dengan dinamika cuaca lainnya menciptakan pola hujan yang bervariasi. BMKG mencatat bahwa aktivitas konvektif yang meningkat di berbagai wilayah, terutama di Samudera Hindia barat daya Banten, dapat mengindikasikan kemungkinan cuaca yang lebih ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Secara keseluruhan, BMKG meramalkan bahwa curah hujan yang tinggi akan berlanjut di berbagai daerah, termasuk di pulau-pulau besar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap memantau perkembangan cuaca agar dapat mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






