Bayi Cedera Saat Persalinan Ibu Dirawat Relawan di Rumah Sakit Tamiang
Table of content:
Seorang bayi berusia dua minggu yang mengalami cedera serius akibat patah tulang bahu dan ibunya baru-baru ini dievakuasi ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan. Keadaan mereka menjadi sorotan setelah informasi mengenai kondisi kritis mereka diungkapkan oleh relawan kemanusiaan.
Pasangan ibu dan bayi tersebut sebelumnya tinggal di lokasi pengungsian di Desa Rongoh, Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, bersama puluhan pengungsi lainnya dalam situasi yang sangat sulit. Kehadiran mereka di tempat tersebut menambah kompleksitas masalah kemanusiaan di daerah yang dilanda bencana.
Ketika Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah RI, Dr. Muhammad Hidayat, menerima laporan tentang kondisi mereka, tindakan cepat pun diambil untuk evakuasi. Bersama dengan relawan dari Sekolah Relawan dan tim medis, Hidayat memulai proses yang penuh tantangan tersebut.
Pentingnya Tindakan Cepat dalam Situasi Kemanusiaan
Tindakan cepat dalam situasi darurat sangatlah penting, terutama ketika nyawa seseorang terancam. Setelah mendapatkan laporan, para relawan tidak menunggu lama untuk memeriksa kondisi ibu dan bayinya secara langsung. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi mereka lebih buruk dari yang diperkirakan.
Bayi tersebut mengalami patah tulang bahu, sementara ibu membutuhkan transfusi darah karena kadar hemoglobinnya yang rendah. Situasi kritis ini menuntut perhatian segera agar keduanya bisa mendapatkan perawatan yang memadai. Keputusan untuk segera mengevakuasi keduanya pun diambil tanpa ragu-ragu.
Setelah memastikan adanya kesiapan fasilitas medis di Rumah Sakit Adam Malik, tim evakuasi melakukan perjalanan yang memakan waktu hingga malam hari. Dalam perjalanan panjang tersebut, harapan akan kesehatan bayi dan ibunya menjadi fokus utama tim medis dan relawan yang terlibat.
Perjalanan Panjang Menuju Keselamatan
Proses evakuasi berlangsung selama hampir sepanjang hari, menciptakan pengalaman yang menguras emosi bagi semua yang terlibat. Tim medis menggunakan ambulans dari Puskesmas Aceh Tamiang untuk membawa mereka ke rumah sakit. Setiap detik selama perjalanan dihargai, karena keadaan keduanya memerlukan perhatian medis segera.
Dr. Hidayat menyatakan bahwa upaya penyelamatan ini merupakan kolaborasi antara banyak pihak yang memiliki tujuan sama, yaitu menyelamatkan nyawa. Ia mengungkapkan harapannya agar bayi yang berhasil dievakuasi dan ibunya bisa melewati masa kritis ini dan tumbuh dengan baik di kemudian hari.
Setelah tiba di Rumah Sakit Adam Malik, kondisi bayi dan ibunya diperiksa lebih lanjut. Tim medis menyiapkan semuanya agar mereka dapat segera mendapatkan perawatan yang diperlukan. Hidayat menyampaikan rasa syukurnya karena bayi akhirnya dalam keadaan aman.
Ucapan Terima Kasih dan Harapan di Masa Depan
Usai proses evakuasi, perwakilan keluarga bayi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelamatan tersebut. Pengakuan atas kerja keras para relawan serta dukungan dari tim medis sangat dihargai.
Menurut perwakilan keluarga, dukungan tersebut sangat berarti di tengah kesulitan yang mereka hadapi. Ucapan terima kasih ini mencerminkan harapan yang lebih besar untuk pemulihan daerah mereka yang terdampak bencana, sekaligus menyoroti pentingnya solidaritas dalam kemanusiaan.
Lebih dari sekadar angka dan statistik, kisah ini memberikan wajah pada masalah kemanusiaan yang sering terabaikan. Setiap tindakan kecil dapat membawa dampak besar, terutama ketika berkaitan dengan nyawa yang harus diselamatkan dalam situasi kritis.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







