Banjir Terjang Cirebon, Ratusan Rumah dan Jalan Tergenang Air
Table of content:
Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (5/1). Peristiwa ini membawa dampak signifikan bagi masyarakat setempat, dengan banyak rumah dan jalan terendam air.
Kawasan Desa Pamengkang di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, menjadi salah satu area yang mengalami dampak paling parah. Warga setempat terkejut karena air yang meluap datang secara mendadak dan dengan arus yang sangat deras.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama meningkatnya debit sungai. Kenaikan ini berujung pada jebolnya tanggul, yang mengakibatkan air bah menggenangi permukiman dan infrastruktur di sekitarnya.
Bagaimana Banjir Terjadi di Cirebon?
Di kawasan Cirebon, intensitas hujan yang tinggi ini berlangsung mulai sore hari. Air yang meluap dari sungai-sungai terdekat mulai memasuki permukiman sekitar pukul 16.30 WIB.
Seorang warga bernama Faiz menggambarkan pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang tidak terduga. “Air datang tiba-tiba, deras sekali alirannya,” ungkapnya, menggambarkan kepanikan yang terjadi di antara warga.
Faiz juga menyebutkan bahwa ini adalah pertama kalinya banjir sebesar ini terjadi di kawasan itu. Jebolnya tanggul sungai menyulitkan warga untuk bersiap menghadapi keadaan darurat.
Dampak Banjir di Wilayah Terdampak
Akibat banjir ini, setidaknya 150 rumah terendam air dengan ketinggian yang bervariasi. Tidak hanya itu, perabotan rumah tangga milik warga juga ikut hanyut terbawa arus deras.
Warga bernama Dadang juga melaporkan kerusakan yang ditimbulkan, seperti infrastruktur yang tidak dapat digunakan. “Banyak perabot yang hanyut terbawa banjir karena airnya sangat deras,” jelasnya.
Banjir berlangsung cukup lama, sekitar dua jam, sebelum akhirnya air mulai surut. Namun, kerusakan yang ditinggalkan cukup signifikan, termasuk pada jalan dan tanggul di sekitar area tersebut.
Respon dari Pihak Berwenang dan Masyarakat
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan situasi terkini terkait banjir yang melanda. Mereka telah turun lapangan untuk memantau genangan air di sejumlah titik termasuk Jalan Ciremai Raya.
Petugas kepolisian juga dikerahkan untuk membantu mengatur arus lalu lintas yang terganggu akibat genangan. Beberapa sepeda motor dilaporkan mogok setelah terendam air, sehingga memerlukan bantuan dari pihak berwenang.
Kapolsek setempat, AKP Juntar Hutasoit, menyatakan bahwa mereka langsung bergerak menyikapi masa darurat ini. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak melintasi area yang terendam banjir,” tandasnya.
Pengaruh Hujan Deras Terhadap Infrastruktur
Banjir yang terjadi menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur yang memadai untuk menghadapi bencana alam. Tanggul yang jebol dan jalan yang terkelupas menunjukkan adanya masalah dalam pengelolaan sumber daya dan mitigasi risiko banjir.
BPBD Kota Cirebon telah mencatat beberapa titik infrastruktur yang terdampak, termasuk Jalan Terusan Pemuda dan Jalan Cirebon Raya. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak gegabah saat berada di area yang rawan banjir.
Pembenahan dan upaya pencegahan di masa depan sangat diperlukan. Dengan begitu, kejadian serupa dapat diminimalkan atau bahkan dicegah sepenuhnya, memastikan keamanan dan kesejahteraan warga.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








