Uji Ketahanan Laptop dengan Tekanan 100 Kg dan Suhu Ekstrem -33 Derajat Celcius
Table of content:
Asus tidak hanya sekadar mengklaim kehandalan produk laptopnya, tetapi juga secara langsung menunjukkan berbagai pengujian ekstrem yang dilakukan pada perangkatnya. Dalam acara yang bertajuk “Durabilitas Standar Militer (MIL-STD 810H)”, mereka memamerkan berbagai metode pengujian yang dihadapi oleh laptopnya dalam kondisi yang menantang.
Demonstrasi tersebut bertujuan untuk menunjukkan bahwa perangkat Asus telah melewati enam prosedur pengujian yang lebih ketat dari standar militer yang ditetapkan oleh Amerika Serikat. Dengan fokus pada ketahanan dan daya tahan, perusahaan tersebut ingin meyakinkan pengguna tentang kualitas produk yang mereka tawarkan.
Adrian Pradipta, Technical Public Relation Asus Indonesia, menjelaskan bahwa keenam metode pengujian yang diterapkan mencerminkan risiko yang paling umum dihadapi pengguna laptop sehari-hari. Menurutnya, pengujian ini dirancang untuk merepresentasikan kondisi nyata yang mungkin dialami pengguna saat menggunakan perangkat mereka.
“Keenam pengujian tersebut dipilih karena paling mencerminkan risiko yang kerap terjadi dalam penggunaan laptop sehari-hari,” ujarnya di Jakarta. Penjelasan tersebut menambah kredibilitas dari hasil pengujian yang dilakukan oleh Asus, karena diambil dari perspektif pengguna langsung.
Proses Pengujian yang Mendetail dan Mengesankan
Pengujian pertama yang dilakukan adalah shock test atau uji benturan yang dirancang untuk menilai daya tahan fisik laptop. Sesuai dengan standar MIL-STD 810H, perangkat diuji untuk dapat menahan tekanan hingga 40G force yang setara dengan 40 kali gaya gravitasi bumi.
Tekanan yang ekstrem ini menunjukkan seberapa besar gaya yang diterima laptop saat mengalami benturan keras dalam waktu singkat. Contohnya, saat perangkat jatuh atau terantuk benda keras, laptop ini diharapkan tetap berfungsi dengan baik meskipun terkena dampak tersebut.
Dalam konteks ini, penting untuk mencatat bahwa manusia mulai kehilangan kesadaran saat mengalami tekanan di kisaran 9G. Dengan demikian, ketahanan laptop terhadap tekanan 40G menunjukkan bahwa produk tersebut dirancang untuk bertahan menghadapi situasi yang jauh lebih berat dibandingkan dengan apa yang dapat ditoleransi oleh tubuh manusia.
Lebih lanjut, produk Asus juga dirancang untuk mampu bertahan jatuh hingga 18 kali dari ketinggian sekitar 80 sentimeter. Ketahanan ini sangat penting, karena memastikan bahwa struktur rangka dan bodi laptop tetap utuh, serta komponen internal seperti motherboard dan media penyimpanan aman meski mengalami benturan berulang.
Jenis Pengujian Lain untuk Memastikan Kualitas
Selain uji benturan, pengujian lain yang dilakukan juga tidak kalah pentingnya dalam menilai berbagai aspek ketahanan. Misalnya, ada pengujian suhu ekstrem, di mana perangkat diuji dalam kondisi suhu yang sangat tinggi dan rendah untuk memastikan fungsi operasionalnya tetap optimal.
Dalam pengujian suhu tinggi, laptop diuji pada suhu mencapai 60 derajat Celsius dan di suhu rendah hingga minus 20 derajat Celsius. Hal ini penting untuk memastikan bahwa perangkat tidak hanya berfungsi di kondisi normal, tetapi juga di lingkungan yang ekstrem.
Asus juga melakukan pengujian kelembapan yang bertujuan untuk menilai ketahanan perangkat terhadap kondisi basah. Pengujian ini penting mengingat banyaknya pengguna yang tidak sengaja terpapar air atau kelembapan tinggi saat menggunakan laptop di luar ruangan.
Prosedur ini memastikan bahwa komponen internal tidak mengalami korosi atau kerusakan akibat kelembapan. Hasil dari pengujian ini memberikan jaminan tambahan bagi pengguna yang sering beraktivitas di lingkungan yang kurang ideal.
Pentingnya Ketahanan Laptop di Era Digital
Di era digital saat ini, kehandalan perangkat elektronik seperti laptop menjadi sangat penting. Pengguna tidak hanya menginginkan perangkat yang cepat dan efisien, tetapi juga yang tahan banting dan dapat diandalkan di berbagai kondisi.
Ketahanan laptop menjadi salah satu faktor penentu dalam pemilihan perangkat oleh konsumen. Oleh karena itu, produsen seperti Asus melakukan serangkaian pengujian untuk memastikan bahwa produk yang mereka luncurkan memenuhi harapan dan standar yang tinggi.
Dari berbagai proses pengujian yang dilakukan, sangat jelas bahwa perangkat Asus dirancang dengan memperhatikan kebutuhan pengguna di dunia nyata. Hal ini juga menjadi nilai tambah bagi perusahaan dalam memasarkan produknya.
Pada akhirnya, konsumen tidak hanya membeli sebuah laptop, tetapi juga keamanan dan kepercayaan terhadap produk yang akan mereka gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Dengan adanya pengujian yang mendalam, Asus dapat memberikan garansi ketahanan terhadap produknya, sehingga membuat konsumen merasa lebih tenang saat berinvestasi dalam perangkat tersebut.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








