Stok Energi Nasional Aman Jelang Nataru, Pemerintah Fokus Pulihkan Aceh dan Sumatra
Table of content:
Pemerintah telah mengambil langkah signifikan dalam memulihkan pasokan energi di daerah-daerah yang terkena dampak bencana hidrometeorologi, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Menyusul bencana yang terjadi, pemerintah berupaya keras untuk mengembalikan situasi kelistrikan agar masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari sebagaimana biasa.
Secara bertahap, kondisi kelistrikan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat mulai menunjukkan tanda pemulihan. Dalam waktu sekitar satu minggu pascabencana, sebagian besar masalah terkait kelistrikan telah teratasi, memberikan harapan bagi masyarakat yang terdampak.
Di Aceh, kondisi pasokan listrik di Kota Banda Aceh telah kembali normal. Bahlil, seorang pejabat terkait, menjelaskan bahwa daya yang diperlukan sebesar 120 megawatt telah berhasil dipulihkan, sehingga warga dapat kembali menikmati akses listrik seperti sebelumnya.
Situasi Kelistrikan Terutama di Aceh dan Sumatra
Walau ada kemajuan, masih terdapat beberapa daerah di Aceh yang mengalami kesulitan dalam pemulihan kelistrikan. Empat kabupaten, yaitu Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo, dan Aceh Tengah, masih berjuang dengan tingkat pemulihan yang di bawah 50 persen.
Bahlil menjelaskan bahwa kendala pemulihan ini bukanlah akibat dari kerusakan mesin listrik atau pembangkit. Sebaliknya, masalah utamanya terletak pada infrastruktur tegangan rendah di lapangan yang belum sepenuhnya siap untuk beroperasi kembali.
Infrastruktur yang tersisa menghalangi pengaliran listrik ke beberapa daerah, di mana beberapa jalan masih dalam keadaan rusak atau terendam banjir. Oleh karena itu, demi keselamatan masyarakat, pengaliran listrik ke wilayah-wilayah tersebut harus dilakukan secara bertahap.
Tindak Lanjut Pemulihan Energi dan Infrastruktur
Pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan upaya pemulihan pasokan energi di Aceh. Selain memperbaiki infrastruktur kelistrikan, mereka juga melakukan pemantauan berkala untuk memastikan bahwa kondisi semakin membaik.
Proses pemulihan tersebut termasuk mempercepat perbaikan jalan yang terdampak agar akses menuju daerah-daerah yang masih belum terhubung dapat segera dipulihkan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya masalah kelistrikan di masa yang akan datang.
Sementara itu, meskipun pemulihan pasokan listrik mengarah ke kondisi normal, tantangan tetap ada. Pihak pemerintah tidak hanya berfokus pada kelistrikan, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar lainnya seperti bahan bakar minyak (BBM) dan Gas Liquefied Petroleum (LPG).
Strategi Pertamina dalam Memastikan Ketersediaan BBM dan LPG
Dalam upaya memastikan pasokan BBM dan LPG di wilayah terdampak, pemerintah melalui Pertamina juga melakukan tindakan luar biasa. Walaupun situasi mulai membaik, ada beberapa daerah di mana akses jalannya masih terputus, menyulitkan transportasi bahan bakar.
Untuk mengatasi masalah ini, Pertamina mengambil langkah-langkah kreatif seperti mengirimkan LPG menggunakan helikopter dan pesawat Hercules. Ini dilakukan terutama di daerah-daerah yang paling parah terkena dampak, seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Langkah tersebut menunjukkan dedikasi pemerintah dan Pertamina untuk memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang terputus dari sumber energi penting. Dengan strategi ini, diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







