Populasi Kucing Liar di Jakarta Selatan Meningkat, 2569 Ekor Disterilisasi
Table of content:
Di Jakarta Selatan, sebanyak 2.569 ekor kucing liar telah disterilisasi untuk mengatasi masalah populasi yang semakin meningkat. Langkah ini diambil setelah mendapatkan keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan kucing-kucing tersebut.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian setempat menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan vaksinasi terhadap 11.227 hewan penular rabies. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit.
Ira, selaku kepala seksi, menekankan pentingnya kegiatan ini tidak hanya untuk menekan jumlah populasi kucing namun juga untuk meningkatkan kesehatan hewan peliharaan. Program steril yang dilakukan pertama kali ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Evaluasi Kegiatan Sterilisasi Kucing di Jakarta Selatan
Kegiatan sterilisasi ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan sekaligus, antara lain mengurangi jumlah kucing liar dan mencegah masalah kesehatan. Program ini lebih dari sekadar tindakan fisik, melainkan juga edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya merawat hewan peliharaan secara bertanggung jawab.
Untuk dapat mengikuti program ini, pemilik kucing diharapkan memenuhi beberapa syarat. Di antaranya, pemilik harus memiliki KTP DKI Jakarta, kucing harus berjenis lokal atau domestik, dan kucing dalam kondisi sehat dengan usia minimal tujuh bulan.
Bagi pemilik kucing betina, penting juga untuk memastikan bahwa hewan tersebut tidak sedang hamil. Proses registrasi dapat dilakukan dengan sistem daring melalui tautan yang disediakan oleh Dinas KPKP.
Proses Pendaftaran dan Persiapan Sterilisasi
Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan sterilisasi dilakukan dengan cara online. Setiap peserta harus mengikuti instruksi yang diberikan, termasuk melakukan puasa pada kucing sebelum prosedur dilakukan.
Setelah dilakukan sterilisasi, kucing-kucing tersebut akan diberikan tanda telinga sebagai identifikasi. Tanda ini penting agar petugas di lapangan dapat dengan mudah mengenali kucing yang sudah disterilisasi.
Pihak Dinas KPKP mengungkapkan bahwa tidak ada kendala berarti selama kegiatan ini berlangsung. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan komunitas pecinta hewan, sangat membantu kelancaran proses steril.
Antusiasme Masyarakat dalam Program Sterilisasi
Berdasarkan laporan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Banyak pemilik kucing yang menginginkan agar program steril dan vaksinasi ini dapat dilakukan secara rutin.
Beberapa warga bahkan meminta agar metode TNR (trap-neuter-return) diterapkan. Metode ini memungkinkan kucing liar ditangkap, disterilisasi, dan kemudian dikembalikan ke lingkungan sekitar untuk mengurangi populasi secara alami.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjawab keresahan warga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan hewan. Dengan begitu, keberadaan kucing liar bisa dikelola dengan lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan lingkungan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







