Fadli Zon Mengakui Belum Membaca Buku Penulisan Ulang Sejarah RI yang Baru Rilis
Table of content:
Hari ini menandai suatu momen penting dalam dunia pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Peluncuran buku baru berjudul “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” menjadi acara yang sangat dinanti oleh banyak pihak, termasuk Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Saat acara peluncuran berlangsung, Fadli Zon mengakui bahwa ia belum sepenuhnya membaca buku ini. Meskipun demikian, ia mengungkapkan harapannya agar buku ini menjadi rujukan penting bagi masyarakat untuk memahami sejarah bangsa Indonesia.
Saat ditanya mengenai jumlah cetakan buku, Fadli menjelaskan bahwa saat ini buku tersebut baru tersedia dalam 10 jilid. Ia juga menambahkan bahwa cetakan massal akan dilakukan pada awal tahun 2026, sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses lebih luas.
Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia ini menciptakan dinamika baru dalam pencarian dan penyampaian informasi seputar sejarah. Kebudayaan dan pengetahuan ini tidak hanya menjadi milik akademisi, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mendalami lebih dalam tentang sejarah bangsa.
Fadli Zon menyadari adanya pro-kontra terkait proyek ini. Namun, ia menekankan bahwa perdebatan dalam penulisan sejarah adalah hal yang wajar. Menurutnya, Indonesia membutuhkan beragam pandangan dan buku sejarah untuk memperkaya pengetahuan masyarakat.
Peran Buku Sejarah dalam Masyarakat Indonesia
Buku sejarah sering kali menjadi alat penting dalam membangun kesadaran kolektif suatu bangsa. Fadli Zon menuturkan bahwa sejarah yang ditulis dengan baik dapat membantu masyarakat memahami akar masalah yang dihadapi saat ini.
Adanya berbagai perspektif dalam penulisan sejarah sangat dibutuhkan agar wawasan masyarakat semakin luas. Menurutnya, sejarah lokal harus diangkat ke permukaan agar identitas daerah bisa diperkuat.
Fadli juga menekankan pentingnya mempublikasikan sejarah lokal yang sering kali terabaikan. Setiap cerita dari kabupaten, kota, hingga tokoh-tokoh lokal memiliki nilai yang tak ternilai dan perlu untuk direkam.
Menurut Fadli, kita saat ini membutuhkan penulisan sejarah yang lebih banyak. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam penulisan buku sejarah, tanpa perlu khawatir tentang adanya buku tandingan.
Niat baik ini tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi lebih kepada kualitas dan kedalaman informasi yang disajikan kepada pembaca. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan gambaran yang utuh akan perjalanan sejarah bangsa.
Proyek Penulisan Ulang Sejarah yang Ambisius
Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia dimulai pada Januari 2025, dan merupakan inisiatif dari Fadli Zon. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi dari 34 perguruan tinggi.
Dalam penggarapan proyek ini, terdapat total 123 penulis yang berkolaborasi untuk menciptakan karya monumental. Hasil dari kolaborasi ini tercatat mencapai 7.958 halaman dalam 10 jilid buku yang sudah disusun.
Dengan banyaknya penulis yang terlibat, diharapkan variasi pandangan dapat dituangkan dalam setiap jilid. Hal ini menjadi salah satu keuntungan yang sangat berharga dalam proyek ini.
Ambisi untuk menulis ulang sejarah Indonesia bukan sekadar upaya dokumentasi, tetapi juga untuk memberikan perspektif baru kepada generasi muda. Cita-cita ini berkaitan erat dengan pentingnya sejarah dalam pendidikan karakter bangsa.
Di tengah pergeseran zaman dan tantangan global, penguatan pengetahuan sejarah menjadi lebih penting dari sebelumnya. Fadli Zon berharap generasi mendatang dapat mengambil hikmah dari sejarah dan menerapkan dalam kehidupan mereka.
Menggali Potensi Sejarah Lokal di Berbagai Daerah
Fadli Zon mendorong agar setiap daerah di Indonesia mulai menggali dan mendokumentasikan sejarah lokal mereka. Sejarah bukan hanya milik pusat, tetapi juga menyangkut keberagaman yang ada di daerah.
Ini mencakup sejarah kabupaten dan kota, tokoh-tokoh lokal, hingga peristiwa penting yang terjadi di masing-masing daerah. Dengan demikian, akan terdapat banyak narasi yang bisa dipelajari dan diapresiasi.
Ia percaya bahwa banyak cerita berharga dari masyarakat yang perlu dijadikan bagian dari sejarah bangsa. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat identitas daerah sekaligus membawa pembelajaran bagi generasi mendatang.
Sebagai bentuk dukungan, Fadli mengajak segenap warga untuk berpartisipasi. Penulisan buku sejarah lokal dapat menjadi kegiatan kolektif yang memperkuat ikatan antarwarga.
Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, sejarah Indonesia akan semakin kaya dan berwarna. Harapannya, setiap elemen masyarakat bisa merasakan kebanggaan terhadap sejarah mereka sendiri.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










