Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta, DPR Pastikan Pelayanan Jemaah Tetap Terjaga
Table of content:
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengungkapkan kabar baik bagi calon jemaah haji tahun 2026. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) mengalami penurunan sebesar Rp2 juta dibandingkan tahun 2025, sehingga total biaya menjadi sekitar Rp87,4 juta.
Pengumuman ini disampaikan setelah rapat kerja dengan Kementerian Haji dan Umrah RI, di mana Marwan menekankan bahwa penurunan biaya sama sekali tidak akan mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji.
Suasana rapat berlangsung dengan cepat dan penuh tanggung jawab. Dalam waktu singkat, mereka berhasil mencapai kesepakatan mengenai angka yang realistis tanpa mengorbankan standard pelayanan yang diharapkan oleh jemaah.
Salah satu kelebihan dalam pengurangan biaya haji tahun ini
Rapat tersebut menunjukkan hasil pembahasan intensif antara DPR, pemerintah, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dengan kerja sama yang baik, mereka dapat menetapkan BPIH dengan lebih efisien, tetapi tetap memperhatikan semua aspek penting.
Rincian biaya haji tahun 2026 terbagi menjadi dua komponen utama. Pertama, biaya yang dibayar langsung oleh jemaah, yang mencapai Rp54.193.806,58, mencakup 62 persen dari total biaya.
Komponen kedua adalah biaya dari nilai manfaat pengelolaan keuangan haji, yang berkisar Rp33.215.558,87 atau 38 persen. Angka-angka ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan keuangan tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Pelayanan haji yang tetap diutamakan meskipun biaya turun
Meskipun mengalami penurunan, kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama. Fasilitas akomodasi untuk jemaah haji di Makkah tidak akan lebih dari 4,5 kilometer dari Masjidil Haram, sementara di Madinah maksimal satu kilometer dari Masjid Nabawi.
Menu katering juga akan ditawarkan dengan cita rasa Nusantara, disiapkan oleh juru masak yang berasal dari Indonesia. Hal ini diharapkan akan memberikan kenyamanan bagi jemaah selama menjalani ibadah haji.
Lebih jauh, living cost sebesar SAR750 akan diserahkan kembali kepada jemaah dalam bentuk uang tunai. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan oleh jemaah setelah pelunasan hanya sekitar Rp23,1 juta, yang merupakan angka yang cukup terjangkau.
Komitmen kepada jemaah dalam memberikan pelayanan terbaik
Kami berkomitmen untuk memastikan pelayanan terbaik dalam berbagai aspek, mulai dari transportasi hingga konsumsi. Layanan Armuzna yang tersedia juga sudah dijamin dengan kualitas yang maksimal.
Sebagai langkah proaktif, Komisi VIII mendorong Kementerian Haji dan Umrah agar segera memanggil jemaah yang berhak untuk berangkat. Hal ini penting agar mereka dapat melakukan pelunasan BPIH dengan tepat waktu.
Penting juga untuk memastikan bahwa kedua penyedia layanan asal Arab Saudi, yaitu Rakeen Mashariq dan Al-Bait Guests, dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada jemaah. Semua langkah ini diambil demi kepuasan jemaah yang ingin melaksanakan ibadah haji dengan baik.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







