Banjir Surut, Sepeda Motor Dilarang Melintas di Tol Wiyoto Wiyono
Table of content:
Banjir yang melanda Jalan Ahmad Yani menyebabkan terputusnya akses menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hujan yang deras sejak semalam mengakibatkan genangan air yang cukup tinggi di jalan arteri tersebut, mengganggu aktivitas lalu lintas di sekitar area.
Akses menuju Tanjung Priok terputus akibat ketinggian air mencapai 60 hingga 80 cm. Hal ini mengakibatkan kendaraan roda dua tidak dapat melintas, sehingga menumpuk di gerbang Pulomas.
Kepala Induk Jaya 2 Sat PJR Polda Metro Jaya, AKP Sumari, menjelaskan bahwa situasi ini memaksa pihak kepolisian untuk mengambil tindakan. “Kami memutuskan untuk memberi akses khusus melalui jalur tol,” tuturnya.
Langkah Penanganan Banjir yang Efektif di Jakarta Utara
Pihak kepolisian melakukan diskresi untuk memperlancar arus lalu lintas di tengah kondisi banjir. Pemotor diizinkan untuk melintas melalui Tol Wiyoto Wiyono dengan pengawalan dari petugas.
Pengawalan dimulai dari Gerbang Tol Pulo Mas hingga keluar di Off Ramp Kebon Bawang. Ini merupakan solusi yang diambil untuk mengatasi penumpukan kendaraan roda dua yang terjebak di jalan.
AKP Sumari menegaskan pentingnya mengikuti arahan dari petugas selama pengawalan. “Alhamdulillah, pengawalan berjalan lancar tanpa insiden,” pungkasnya, menunjukkan keberhasilan koordinasi antara kepolisian dan pengendara.
Dampak Banjir Terhadap Aktivitas Ekonomi di Sekitar Tanjung Priok
Banjir yang terjadi tidak hanya mengganggu transportasi, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas ekonomi di kawasan Tanjung Priok. Banyak pedagang dan usaha kecil yang bergantung pada lalu lintas barang menjadi terhambat.
Dengan adanya penutupan akses, pengiriman barang dan logistik menjadi terhambat, dan ini berdampak pada pendapatan. Apabila kondisi ini terus berlangsung, bisa menyebabkan kerugian yang signifikan bagi para pelaku usaha.
Oleh karena itu, perlu ada langkah-langkah jangka panjang untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Peningkatan infrastruktur dan sistem drainase di kawasan tersebut menjadi kunci utama untuk mengatasi banjir.
Kesiapan Dinas Instansi dan Mitigasi Banjir di Masa Depan
Pihak berwenang di Jakarta harus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya banjir. Pemantauan cuaca dan pengelolaan drainase yang lebih baik sangat diperlukan agar banjir tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Kolaborasi antara perusahaan swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu diperkuat untuk menciptakan solusi yang efektif. Edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan juga dapat mengurangi risiko banjir di wilayah padat penduduk.
Sebagai bagian dari mitigasi bencana, penting bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah evakuasi dan cara mengakses layanan darurat saat terjadi banjir. Pengetahuan ini akan mengurangi panik dan meningkatkan keselamatan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







