Tiket Masuk Museum Nasional Indonesia Naik 2 Kali Lipat per 1 Januari 2026, Ini Alasannya
Table of content:
Harga tiket masuk ke Museum Nasional Indonesia mengalami peningkatan signifikan mulai 1 Januari 2026. Kenaikan ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi terhadap museum di kalangan pengunjung, termasuk wisatawan asing.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa peningkatan ini juga akan memberikan dampak positif bagi dunia seni dan budaya. Dengan harga tiket yang lebih relevan, diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan pelajar.
Tidak semua pengunjung akan dikenakan biaya masuk yang baru, karena ada pengecualian untuk beberapa kelompok. Mereka yang berusia di atas 60 tahun, anak yatim piatu, dan penyandang disabilitas akan mendapatkan bebas biaya masuk.
Kenaikan Harga Tiket dan Rinciannya untuk Berbagai Kelompok Umur
Harga tiket masuk untuk pengunjung dewasa kini menjadi Rp50.000, meningkat dua kali lipat dari Rp25.000 sebelumnya. Sementara itu, bagi pelajar, harga tiket ditetapkan sebesar Rp30.000.
Anak-anak di bawah usia 3 tahun akan tetap gratis, mendukung aksesibilitas bagi keluarga. Peningkatan harga ini diharapkan dapat lebih mendukung operasional museum dan program-programnya.
Untuk pengunjung asing, harga tiket kini menjadi Rp150.000, mengalami kenaikan tiga kali lipat. Ini sejalan dengan harapan untuk mendapatkan pengakuan internasional terhadap nilai seni dan budaya Indonesia.
Pengunjung yang memiliki KITAS juga akan dikenakan tarif special sebesar Rp50.000, di mana hal ini menunjukkan pengakuan untuk ekspat yang tinggal di Indonesia. Dengan kenaikan ini, museum berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman berkunjung.
Bandingkan dengan Museum di Eropa dan Standar Internasional
Fadli Zon juga menyoroti pentingnya membandingkan harga tiket museum di Indonesia dengan museum-museum di Eropa. Di Eropa, harga tiket masuk museum berkisar antara 12 hingga 65 euro, yang setara dengan Rp235.000 hingga Rp1.300.000.
Dengan harga yang masih terjangkau di Indonesia, diharapkan lebih banyak masyarakat, khususnya pelajar, dapat mengunjungi dan mempelajari kekayaan budaya negeri ini. Fadli menegaskan bahwa akses ini penting untuk mengedukasi generasi muda.
Museum Nasional Indonesia menawarkan berbagai pameran yang mencakup kekayaan budaya dan sejarah Indonesia. Dengan adanya peningkatan harga tiket, pasar tujuan wisata ini diharapkan tetap menarik bagi para wisatawan lokal dan asing.
Tujuan dari peningkatan harga tiket adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya. Masyarakat diajak untuk lebih menghargai warisan budaya yang telah ada selama ini.
Fasilitas dan Area Non-Ticketing di Museum
Selain tiket masuk, museum juga menyediakan area non-ticketing. Artinya, pengunjung bisa menikmati beberapa bagian museum tanpa harus membayar.
Pemerintah berharap, dengan adanya fasilitas ini, lebih banyak orang yang tertarik untuk berkunjung. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan finansial untuk mendapatkan akses ke budaya.
Pada area non-ticketing, pengunjung dapat belajar dan berinteraksi dengan budaya Indonesia secara lebih langsung. Fasilitas ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai kalangan.
Dengan adanya berbagai pengaturan ini, diharapkan Museum Nasional Indonesia tak hanya menjadi tempat untuk melihat, tetapi juga untuk belajar dan berinteraksi dengan warisan budaya. Di era modern ini, upaya tersebut menjadi sangat penting.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








