Diet Tidak Berhasil? Catat 6 Penyebabnya, Termasuk Kesalahan Terkait Makanan Sehat
Table of content:
Keberhasilan dalam menjalani program diet tidak hanya bergantung pada pola makan yang sehat, tetapi juga faktor-faktor lain yang sering kali terabaikan. Tingkat stres yang tinggi, misalnya, dapat menjadi penghalang utama dalam mencapai berat badan yang diinginkan.
Kondisi stres membuat banyak orang mencari kenyamanan melalui makanan, di mana tekanan mental dapat mengganggu disiplin dalam menghitung kalori. Akibatnya, upaya menurunkan berat badan menjadi lebih sulit dan penuh tantangan.
Stres yang berkepanjangan dapat merusak motivasi dan fokus, terutama saat seseorang berusaha mengatur pola makannya. Di sinilah pentingnya mengenali bahwa faktor psikologis memainkan peran besar dalam keberhasilan diet.
Pentingnya Mengelola Stres untuk Sukses dalam Diet
Ketidakmampuan mengelola stres dapat menyebabkan keinginan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan karbohidrat. Hal ini sering kali dikenal sebagai comfort food, yang dipilih karena kemudahannya dalam memberikan energi cepat.
Menurut Sophie Medlin, saat seseorang berada dalam kondisi tertekan, tubuhnya cenderung mencari makanan yang lebih mudah dicerna. Ini merupakan respons alami yang muncul dari insting bertahan hidup yang telah ada sejak zaman purba.
Lebih lanjut, Dr. Aishah Muhammad menjelaskan bahwa tubuh tidak membedakan antara stres yang disebabkan oleh ancaman fisik atau tekanan mental sehari-hari. Dalam kedua situasi tersebut, tubuh merespons dengan melepaskan kortisol, yang dapat meningkatkan penyimpanan lemak.
Dampak Buruk Kurang Tidur pada Program Diet
Kurang tidur dapat memperburuk upaya penurunan berat badan Anda. Kebiasaan begadang sering kali berhubungan dengan peningkatan keinginan untuk mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti makanan cepat saji dan camilan manis.
Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity pada tahun 2019 menunjukkan bahwa peserta yang tidur dengan pola lebih teratur mengalami keberhasilan lebih besar dalam menurunkan berat badan. Riset ini melibatkan hampir dua ribu orang di berbagai usia dan latar belakang.
Berdasarkan penelitian tersebut, mereka yang memiliki jam tidur yang konsisten cenderung lebih mampu menjaga berat badan ideal. Ini menunjukkan pentingnya tidur yang cukup dalam mendukung efisiensi diet dan kesehatan secara keseluruhan.
Bagaimana Stres Mempengaruhi Metabolisme Tubuh
Saat stres, metabolisme tubuh bisa terganggu, mempengaruhi seberapa efisien tubuh dalam membakar kalori. Ini berarti bahwa meskipun Anda mungkin mengikuti rencana diet yang baik, stres yang berlebihan bisa menghambat hasilnya.
Stres dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air dan lemak, yang membuat penurunan berat badan terasa lebih sulit. Mengelola stres dengan baik adalah langkah integral dalam keberhasilan diet yang diinginkan.
Praktik seperti meditasi, yoga, atau aktivitas fisik dapat membantu meredakan stres. Hal ini bukan hanya baik untuk kesehatan mental, tetapi juga dapat meningkatkan proses metabolisme tubuh.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







