Sulit Membuka Mulut Tanda Gangguan Sendi Rahang Jangan Diabaikan
Table of content:
Penyakit sendi rahang atau yang lebih dikenal sebagai gangguan Temporomandibular Joint Disorder (TMJ) dapat menjadi masalah serius bagi banyak orang. Ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh gangguan ini biasanya tidak hanya berdampak pada rahang, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Gejala yang muncul dari gangguan ini bisa bervariasi, mulai dari nyeri yang mengganggu saat berbicara atau mengunyah hingga suara klik yang tidak normal saat membuka mulut. Dalam banyak kasus, penting untuk mengenali tanda-tanda awal agar penanganan yang tepat bisa segera dilakukan.
Dokter spesialis bedah mulut, Hananto Anggoro, dari RS EMC Pekayon, menjelaskan bahwa sendi temporomandibular berfungsi menghubungkan rahang bawah dengan tulang tengkorak. Dengan begitu, sendi ini memegang peranan kunci dalam berbagai aktivitas sehari-hari, dan gangguannya dapat dirasakan secara signifikan.
Gangguan TMJ dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang cukup parah. Sebagian orang merasakan gejala seperti bengkak, kesulitan membuka mulut, hingga nyeri yang menjalar ke area wajah dan leher.
Pentingnya Mengidentifikasi Gejala Gangguan Sendi Rahang
Salah satu hal yang menjadi tantangan dalam mengatasi gangguan TMJ adalah mengidentifikasi gejalanya. Beberapa orang mungkin hanya mengalami nyeri ringan, sementara lainnya merasakan kondisi yang jauh lebih parah. Hal ini menjadikan diagnosis yang tepat sangat penting.
Gejala khas dari gangguan TMJ di antaranya adalah nyeri atau pegal di sekitar rahang, wajah, dan telinga. Bunyi “klik” atau “krek” saat membuka dan menutup mulut bisa menjadi indikasi adanya masalah lebih lanjut.
Sulitnya membuka mulut secara maksimal juga menjadi salah satu keluhan yang umum. Dalam kondisi yang lebih parah, rahang bisa terasa kaku atau bahkan terkunci, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari seperti makan dan berbicara.
Tidak jarang, gangguan TMJ membuat penderitanya merasakan sakit kepala atau nyeri leher. Kondisi ini sering kali dianggap sepele, tetapi dapat berdampak besar jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.
“Jika keluhan ini berlangsung lama atau semakin berat, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis,” tegas Hananto. Dia mengingatkan bahwa penanganan lebih awal dapat membantu meminimalkan komplikasi yang mungkin timbul.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Gangguan TMJ
Terdapat berbagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya gangguan TMJ, antara lain bruxism atau kebiasaan menggemeretakkan gigi. Kebiasaan ini dapat menambah tekanan pada sendi rahang, sehingga memicu rasa nyeri.
Posisi gigitan yang tidak normal juga dapat menjadi penyebab. Ketidakseimbangan dalam posisi gigi dapat meningkatkan risiko gangguan sendi dan ketidaknyamanan yang terkait.
Cedera pada rahang atau wajah merupakan faktor lain yang ikut berperan. Trauma ini sering kali terjadi akibat kecelakaan atau benturan yang dapat merusak fungsi sendi dan otot di sekitarnya.
Stres adalah faktor penting lainnya yang patut diperhatikan. Ketegangan otot rahang akibat stres dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang berkepanjangan, dan sering kali berakhir pada gangguan TMJ.
“Sering kali, gangguan TMJ disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor di atas,” tambah Hananto, menegaskan perlunya pendekatan yang komprehensif dalam penanganannya.
Strategi Penanganan dan Perawatan Gangguan Sendi Rahang
Mengetahui cara yang tepat untuk menangani gangguan TMJ sangat penting untuk mencegah gejala yang lebih buruk. Salah satu pendekatan awal adalah melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti menghindari makanan keras dan mengurangi kebiasaan menggeretakkan gigi.
Pada beberapa kasus, terapi fisik juga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi nyeri pada rahang. Terapi ini umumnya dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Penggunaan alat orthopedic seperti splint atau penyangga rahang juga bisa menjadi alternatif. Alat ini berfungsi untuk mengatur posisi gigitan dan mengurangi tekanan yang dialami sendi rahang.
Medikasi seperti anti-inflamasi non-steroid (NSAIDs) juga sering direkomendasikan untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Namun, sebaiknya konsultasi kepada profesional kesehatan sebelum mengonsumsi obat untuk memastikan jenis dan dosis yang sesuai.
Langkah-langkah ini, jika dilaksanakan secara konsisten, dapat membawa perbaikan signifikan bagi mereka yang mengalami gangguan TMJ. Meskipun penanganan memerlukan waktu, hasil akhirnya sangat berharga bagi kualitas hidup pasien.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







