Orang Obesitas Disarankan Lari? Justru Akan Memperburuk Masalah Kesehatan
Table of content:
Pola makan yang tidak teratur, terutama dikonsumsi di waktu yang tidak tepat, dapat berdampak negatif pada kesehatan seseorang. Hal ini juga berkaitan erat dengan kualitas tidur serta ritme sirkadian tubuh.
Riyanny menjelaskan lebih dalam tentang pengaruh kebiasaan makan ini terhadap kesehatan. Terutama, kebiasaan makan larut malam yang menjadi semakin umum di kalangan masyarakat saat ini.
Dia menekankan bahwa waktu makan yang tidak teratur dapat mengacaukan metabolisme serta proses tidur yang seharusnya nyenyak. Kehadiran makanan yang tidak tepat waktu bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius.
Perbedaan Penting antara Olahraga dan Latihan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam membicarakan aktivitas fisik, penting untuk memahami perbedaan antara olahraga dan latihan. Riyanny menegaskan bahwa olahraga perlu dipersonalisasi agar aman dan efektif untuk siapa saja.
Menurutnya, tidak semua jenis aktivitas fisik cocok untuk setiap orang. Kebijakan satu ukuran untuk semua seringkali berakibat buruk, terutama bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan, seperti obesitas.
“Mengharapkan semua orang dengan obesitas untuk lari itu keliru,” jelasnya. Hal ini karena kondisi fisik setiap individu dapat sangat bervariasi dan memerlukan pendekatan yang berbeda.
Kesalahan Umum dalam Rencana Olahraga untuk Orang Obesitas
Riyanny mengidentifikasi beberapa kesalahan umum dalam menyusun rencana olahraga untuk orang dengan obesitas. Salah satunya adalah menyarankan latihan yang terlalu berat tanpa memperhatikan kondisi fisik individu.
Dia mengilustrasikan situasi di mana seseorang yang mengalami obesitas dengan masalah lutut disarankan untuk berlari. Hal ini hanya akan memperburuk kondisi fisik, bukannya membantu memperbaikinya.
Oleh karena itu, pendekatan yang lebih realistis dan berkelanjutan diperlukan. Penyesuaian dalam jenis dan intensitas latihan sangat penting agar dapat diterima dan dilaksanakan dalam jangka panjang.
Pentingnya Kombinasi Latihan Kardio dan Kekuatan untuk Obesitas
Riyanny merekomendasikan pendekatan yang seimbang antara latihan kardio dan kekuatan bagi mereka yang berjuang dengan obesitas. Menggabungkan kedua jenis latihan ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan secara keseluruhan.
Ia menekankan bahwa jenis, intensitas, dan frekuensi latihan harus disesuaikan dengan keadaan fisik individu. Ini bertujuan untuk mencegah cedera dan meningkatkan keberlanjutan program latihan.
Dengan menyesuaikan latihan sesuai kebutuhan pasien, hasil yang lebih positif dapat dicapai. Hal ini tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga meningkatkan kesehatan mental dan fisik.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






