Minum Kopi Picu Gangguan Irama Jantung Fibrilasi Atrial Menurut Dokter
Table of content:
Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dicky Armein Hanafy, menjelaskan bahwa satu dari tiga orang di dunia berisiko mengalami aritmia atau gangguan irama jantung sepanjang hidupnya. Namun, banyak dari kasus ini baru terdeteksi setelah memicu komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung.
Aritmia sering kali tidak menunjukkan gejala awal, membuatnya sulit dikenali hingga terjadi keadaan yang berbahaya. Deteksi yang lambat inilah yang sering kali menimbulkan berbagai komplikasi yang memerlukan perhatian medis segera.
“Gangguan irama jantung cenderung tidak bergejala dan baru terdiagnosis ketika komplikasi sudah terjadi. Padahal, deteksi dini bisa dilakukan dengan langkah yang sangat sederhana, yaitu dengan MENARI (MEraba NAdi sendiRI) secara rutin,” ungkapnya. Kebiasaan ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan jantung.
Yoga, yang merupakan pendiri dari MENARI, menekankan pentingnya deteksi dini terhadap gangguan irama jantung. Salah satu jenis gangguan yang menjadi perhatian adalah fibrilasi atrium (AF), yang bisa menyebabkan stroke namun masih banyak yang tidak menyadarinya.
“AF adalah kelainan irama jantung yang paling umum di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini sangat berbahaya karena meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat dan risiko kematian dua kali lipat,” jelas Yoga. Menurutnya, sekitar 50 persen dari kasus fibrilasi atrium tidak terdiagnosis karena penderitanya tidak menyadari adanya gangguan dalam tubuhnya.
Pentingnya Kesadaran Terhadap Gangguan Irama Jantung
Kesadaran masyarakat mengenai kesehatan jantung merupakan langkah krusial dalam memitigasi risiko aritmia. Banyak yang mengabaikan pemeriksaan rutin karena merasa sehat, padahal sejumlah gejala bisa saja mengindikasikan masalah yang lebih besar.
Dengan memahami gejala dan melakukan deteksi dini, kita bisa mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi yat mematikan. Edukasi tentang pentingnya pemeriksaan jantung perlu digalakkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Deteksi awal dapat dilakukan melalui pemeriksaan yang sederhana. Ini mencakup pemeriksaan detak jantung dan pemantauan tekanan darah yang rutin, yang semua orang dapat lakukan di rumah.
Selain itu, perubahan gaya hidup seperti mengatur pola makan dan olahraga juga sangat penting. Dengan gaya hidup sehat, risiko terkena gangguan jantung dapat ditekan secara signifikan.
Upaya pencegahan ini seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika merasakan gejala. Bila masyarakat lebih sadar, diharapkan angka kejadian aritmia dapat menurun.
Gejala dan Penyebab Aritmia yang Perlu Diketahui
Aritmia memiliki berbagai jenis, dan masing-masing dapat menampilkan gejala yang berbeda. Beberapa orang mungkin merasakan detak jantung yang tidak teratur, sementara yang lain mungkin tidak merasakan gejala sama sekali hingga komplikasi muncul.
Penyebab aritmia pun beragam, termasuk faktor genetik, kondisi medis, dan pola hidup. Penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes merupakan beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya aritmia.
Pemicu lain seperti stres, konsumsi kafein berlebih, dan alkohol juga dapat berkontribusi pada masalah ini. Kesadaran akan pemicu ini akan membantu individu lebih berhati-hati dan mengambil langkah preventif.
Penting untuk mengenali tanda-tanda yang menunjukkan adanya aritmia, seperti pusing, sesak napas, dan nyeri dada. Bila mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Pemantauan yang tepat dan tindakan awal dapat menyelamatkan nyawa. Oleh karena itu, edukasi mengenai gejala aritmia perlu ditingkatkan di masyarakat.
Peran Pemeriksaan Rutin dalam Menjaga Kesehatan Jantung
Pemeriksaan kesehatan jantung yang rutin sangat penting dalam deteksi dini gangguan irama. Banyak orang yang masih ragu untuk melakukan pemeriksaan ini karena merasa sehat secara fisik. Namun, pemeriksaan ini bisa menjadi penyelamat jiwa.
Salah satu cara yang efisien adalah dengan melakukan elektrokardiogram (EKG) yang dapat memberikan gambaran jelas tentang aktivitas listrik jantung. Selain itu, pemeriksaan darah juga dapat membantu mengidentifikasi masalah kesehatan lain yang dapat mempengaruhi jantung.
Investasi dalam kesehatan jantung melalui pemeriksaan rutin tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga membantu mengidentifikasi risiko lebih awal. Ini akan memungkinkan tindakan pencegahan atau perawatan tepat waktu jika diperlukan.
Pemeriksaan terkadang memerlukan waktu dan biaya, tetapi manfaat jangka panjangnya jauh lebih besar. Kehidupan yang sehat dapat dicapai dengan menjaga kesehatan jantung secara proaktif.
Secara keseluruhan, edukasi merupakan kunci dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung. Semua orang memiliki tanggung jawab untuk peduli terhadap kesehatan mereka sendiri dan keluarga.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










