Kekuatan Perempuan dalam Pengawasan Obat Pangan dan Ekonomi Menurut BPOM
Table of content:

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan nasional. Melalui berbagai kegiatan, lembaga ini menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan, khususnya dalam konteks pengawasan obat dan makanan serta penguatan ekonomi masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 BPOM. Ia menekankan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya sekadar isu kesetaraan, tetapi juga sebuah kebutuhan dasar bagi kemajuan bangsa.
Dalam keterangan lebih lanjut, Taruna menyatakan bahwa perempuan memiliki kekuatan biologis dan sosial yang memberi mereka kemampuan beradaptasi. Ini menjadikan mereka mampu menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam sektor kesehatan dan ekonomi yang terus berkembang.
BPOM memiliki komitmen yang tinggi dalam memberdayakan perempuan agar Indonesia dapat maju secara menyeluruh. Taruna menjelaskan bahwa saat ini komposisi perempuan dalam sumber daya manusia BPOM mencapai hampir 70 persen.
Persentase ini menunjukkan bahwa perempuan memegang posisi penting dalam pengawasan obat dan makanan, yang merupakan sektor krusial bagi keselamatan masyarakat. Keberadaan mereka tidak hanya menguntungkan organisasi ini tetapi juga meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada publik.
Dalam konteks ekonomi, perempuan juga mendominasi sektor usaha, termasuk dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tercatat sekitar 4,2 juta UMKM bergerak di bidang obat dan makanan, dan mayoritas dikelola oleh perempuan.
UMKM tersebut berfungsi sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang penting, karena mereka berfokus pada penyediaan produk pangan dan obat yang aman dan berkualitas. Inisiatif ini menjadi garda terdepan dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk yang sehat dan terjangkau.
Pentingnya Peran Perempuan dalam Pengawasan Obat dan Makanan
Peran perempuan dalam sektor pengawasan obat dan makanan sangat krusial. Mereka tidak hanya bertugas sebagai pengawas tetapi juga menjadi pemimpin di lapangan yang membantu mengevaluasi kualitas produk.
Komitmen ini tercermin melalui pelatihan yang diberikan kepada perempuan di bidang pengawasan. Dengan pelatihan tersebut, perempuan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam menghadapi tantangan di industri ini.
Lebih lanjut, BPOM berupaya membangun jaringan kerja yang solid antar perempuan di sektor ini. Jaringan ini diharapkan mampu memberikan dukungan dan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.
Tak kalah penting, BPOM mendorong perempuan untuk aktif berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Dengan melibatkan perempuan dalam setiap tahap, BPOM yakin akan mendapatkan perspektif yang lebih luas dan tepat sasaran.
Proses pengambilan keputusan yang inklusif akan berdampak positif pada kebijakan yang dibuat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Kontribusi Perempuan dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Perempuan di Indonesia memainkan peran kunci dalam pengembangan UMKM. Sebagian besar UMKM yang berkaitan dengan produk pangan dan obat dikelola oleh perempuan, menunjukkan potensi yang sangat besar dalam sektor ini.
Dengan mengelola UMKM, perempuan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian nasional. Keberadaan mereka memberikan dampak sosial yang signifikan, termasuk menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.
Inisiatif pemerintah dan lembaga lain dalam mendukung perempuan di sektor ini sangat diperlukan. Dukungan ini bisa berupa akses pada modal, pelatihan, dan promosi produk mereka di pasar yang lebih luas.
Berkat kontribusi perempuan, UMKM menjadi semakin berkembang. Ini memberikan kekuatan bagi perempuan untuk berinovasi dan menciptakan produk yang lebih berkualitas.
Dengan keberanian dan kreativitas, perempuan di sektor UMKM berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi yang berdaya saing tinggi.
Inspirasi dan Motifasi Lewat Kegiatan Berbasis Komunitas
Kegiatan seperti Inspirational Woman Talk menjadi platform bagi perempuan untuk berbagi pengalaman dan inspirasi. Melalui acara ini, banyak perempuan yang termotivasi untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga mendorong terciptanya kolaborasi antara perempuan dari berbagai latar belakang. Dengan bersinergi, mereka mampu mencapai tujuan yang lebih besar dan berdampak positif bagi komunitas.
Elfi Taruna Ikrar, Ketua Dharma Wanita Persatuan di BPOM, menyatakan bahwa kegiatan ini penting untuk membuka ruang bagi perempuan. Keterlibatan perempuan dalam berbagai aspek sosial, ekonomi, dan kesehatan adalah langkah yang diperlukan untuk menciptakan perubahan signifikan.
Dengan menumbuhkan semangat kolaborasi, perempuan berdaya akan melahirkan perubahan yang tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi modal awal untuk kemajuan yang berkelanjutan.
Komitmen BPOM dalam memberdayakan perempuan menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan mereka. Perubahan yang dihadirkan oleh perempuan berdaya tentunya akan memperkuat fondasi bangsa ke depan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










