Siswa Kembangkan Perangkat AI untuk Memulihkan Bicara Pasien Stroke dan ALS
Table of content:
loading…
Tiga siswa dari Sinarmas World Academy (SWA) telah menciptakan sebuah inovasi yang mengagumkan. Mereka mengembangkan LUMA, sebuah headset berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi memulihkan kemampuan berbicara bagi individu yang mengalami gangguan komunikasi akibat ALS, stroke, atau kondisi neuromuskular lainnya.
Inovasi ini bukan hanya sekadar teknologi, tetapi merupakan solusi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup para penderita. Dengan memberi mereka kesempatan untuk berkomunikasi, inovasi ini diharapkan akan mengubah cara mereka berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
Keberhasilan tim SWA RoboKnights yang terdiri dari tiga siswa ini, yakni Audric Tsai, Zhenxuan, dan Yik Yan, telah diakui secara internasional di ajang World Robot Olympiad (WRO) International Final 2025. Mereka berhasil membawa pulang tiga Gold Awards dan Start-Up Award di kategori Future Innovators, Senior, membuktikan kehebatan inovasi yang mereka ciptakan.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Memulihkan Kemampuan Berbicara
Kecerdasan buatan telah membuka berbagai kemungkinan baru dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pemulihan kemampuan berbicara. LUMA bekerja dengan cara yang inovatif, menerjemahkan niat pengguna menjadi ucapan verbal yang dapat dipahami.
Proses ini dilakukan dengan membaca sinyal EEG dan pola kedipan mata, yang lalu diubah menjadi kode Morse. Teknologi ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang kehilangan kemampuan bicara secara tiba-tiba akibat kondisi medis yang serius.
Penggunaan model bahasa AI dalam LUMA memungkinkan perangkat ini beradaptasi dengan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, tak hanya orang-orang dengan gangguan komunikasi yang dapat terbantu, tetapi juga keluarga dan orang-orang di sekitar mereka akan merasakan dampak positif dari kemampuan pasien untuk berkomunikasi.
Keterlibatan Siswa dalam Inovasi Teknologi
Pendidikan yang memberikan kebebasan dan dorongan untuk berkreativitas sangat penting bagi perkembangan siswa. Proyek ini merupakan contoh nyata bagaimana siswa dapat berkontribusi dan berinovasi dalam bidang teknologi.
Deddy Djaja Ria, General Manager Sinarmas World Academy, menekankan betapa pentingnya pembelajaran yang berorientasi pada tujuan. Dengan pendekatan yang tepat, siswa dapat menghasilkan karya yang tidak hanya bermanfaat bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi masyarakat.
Pendidikan yang inovatif dan berbasis pada proyek seperti ini dapat mengajarkan siswa untuk berpikir kritis. Dengan demikian, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata dan memberikan dampak positif bagi orang lain di sekitar mereka.
Kompetisi dan Penghargaan Internasional
Partisipasi tim SWA RoboKnights di ajang World Robot Olympiad meningkatkan motivasi para siswa untuk terus berinovasi. Kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 500 tim dari 91 negara, yang menunjukkan betapa besarnya semangat berinovasi di kalangan anak muda saat ini.
Keberhasilan mereka meraih tiga Gold Awards dan Start-Up Award tidak hanya memberikan pengakuan atas kemampuan teknis mereka, tetapi juga inspirasi bagi siswa lain untuk mengeksplorasi minat mereka di dunia teknologi. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier mereka.
Dari segi pengembangan, inovasi semacam ini membuka jalan bagi penelitian lebih mendalam dalam penggunaan teknologi untuk penyembuhan berbagai penyakit. Hal ini mendorong siswa untuk berpikir lebih luas, termasuk peluang untuk berkontribusi di bidang sains dan kedokteran.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







