Era kecerdasan buatan, sekolah didorong membangun ketangguhan siswa
Table of content:
loading…
Pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) telah menciptakan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Terutama bagi anak-anak dan remaja, yang kini menghadapi tantangan baru dalam dunia pendidikan dan sosial yang lebih kompleks.
Ketika siswa tumbuh di era digital ini, mereka tidak hanya berhadapan dengan tekanan akademik, tetapi juga dengan risiko lainnya yang berasal dari interaksi sosial melalui media. Hal ini memerlukan pendekatan baru dalam pendidikan yang lebih fokus pada kesejahteraan mereka.
Dalam konteks tersebut, peran sekolah menjadi lebih signifikan dari sebelumnya. Ruang pendidikan tidak seharusnya hanya menjadi tempat untuk mendapatkan nilai, melainkan juga sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menghadapi tantangan hidup.
Baca juga: Pendaftaran SNMB MAN Unggulan 2026 Dibuka, Ini Daftar Lengkap Madrasahnya
Menurut Ezra Alexander, seorang kepala sekolah di sebuah institusi pendidikan internasional, tujuan pendidikan perlu diperbaharui. Ukuran keberhasilan siswa tidak hanya terukur melalui angka, melainkan juga bagaimana mereka menjalani proses belajar dengan ketahanan dan kemampuan beradaptasi.
Ezra mengungkapkan bahwa keberhasilan siswa kini harus dipandang lebih luas. Mereka harus mampu mengelola emosi dan menghadapi situasi sulit dengan baik, serta melihat segala tantangan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Membangun Ketangguhan dan Fleksibilitas pada Siswa
Salah satu aspek penting dalam pendidikan modern adalah mengembangkan ketangguhan atau resilience. Ketangguhan ini bukan hanya tentang daya tahan, tetapi juga kemampuan untuk bangkit kembali setelah mengalami kegagalan.
Ezra menambahkan bahwa ketangguhan dapat dibangun melalui pengalaman belajar yang nyata. Siswa harus terbiasa menghadapi berbagai tantangan dan memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
Fleksibilitas atau kemampuan beradaptasi juga menjadi kunci penting dalam menghadapi perubahan. Dengan pembekalan yang baik, siswa akan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi dan situasi yang mereka hadapi di masa depan.
Misalnya, selama proses pembelajaran, siswa perlu didorong untuk berpikir kritis dan kreatif. Mereka harus memiliki kesempatan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda sehingga dapat mengembangkan berbagai keterampilan hidup.
Pendidikan yang menekankan pada ketangguhan dan fleksibilitas juga perlu didukung dengan lingkungan yang aman. Sekolah sebagai institusi pendidikan harus bisa menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, berinovasi, dan bereksplorasi.
Pentingnya Dukungan Keluarga dalam Pendidikan Siswa
Selain sekolah, peran keluarga juga sangat penting dalam membentuk ketangguhan siswa. Keluarga adalah tempat pertama di mana anak belajar menghadapi masalah dan beradaptasi dengan keadaan.
Orangtua sebaiknya terlibat aktif dalam pendidikan anak-anaknya. Dukungan dari orang tua dapat meningkatkan kemampuan anak dalam menghadapi tantangan di luar lingkungan sekolah.
Melalui komunikasi yang terbuka, orangtua dapat membantu anak untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Ini juga bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar bagaimana mengelola emosi dan reaksi mereka terhadap situasi sulit.
Misalnya, saat anak mengalami kegagalan dalam belajar, orang tua bisa memberikan dorongan untuk tetap berusaha. Mendorong anak untuk tidak menyerah dan belajar dari kesalahan adalah langkah penting dalam membangun ketangguhan.
Anak yang mendapatkan dukungan yang baik dari keluarga akan lebih percaya diri dan siap menghadapi beragam situasi di kehidupan mereka. Ini sangat berpengaruh pada perkembangan emosional dan sosial mereka.
Kebutuhan untuk Mengembangkan Kurikulum yang Relevan
Untuk mewujudkan pendidikan yang berfokus pada ketangguhan dan fleksibilitas, pengembangan kurikulum yang relevan menjadi sangat penting. Kurikulum yang ada saat ini perlu diperbaharui agar sesuai dengan kebutuhan zaman.
Pendidikan harus memasukkan pembelajaran yang lebih praktis dan berbasis pengalaman, bukan hanya teori. Siswa perlu dilibatkan dalam proyek-proyek yang dapat mengasah kreativitas dan kemampuan problem solving mereka.
Pengajaran yang interaktif juga memainkan peran penting dalam proses belajar. Dengan metode pembelajaran yang melibatkan siswa langsung, mereka akan lebih memahami konsep yang diajarkan.
Selain itu, kurikulum perlu menyertakan pendidikan karakter yang membekali siswa dengan nilai-nilai moral dan etika. Ketangguhan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari sikap dan perilaku di kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pengembangan kurikulum yang modern akan menjadi landasan bagi siswa untuk menjadi individu yang tangguh dan mampu beradaptasi. Ini akan menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan di masa depan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










