Cegah Rabies Sejak Dini, Edukasi Interaktif di 85 Sekolah Bali
Table of content:
loading…
PT Boehringer Ingelheim resmi menyelesaikan program SD4G 2025 – Stop Rabies Education yang dijalankan selama empat bulan bersama Bali Animal Welfare Association (BAWA). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit rabies, terutama di kalangan anak-anak yang paling rentan.
Sejak diluncurkan pada bulan Juli hingga November 2025, program ini telah melampaui target awal yang ditetapkan. Dari 10.000 peserta, program ini berhasil menjangkau 12.356 siswa dari 85 sekolah dasar di Tabanan dan Gianyar.
Penyebaran rabies di Bali menjadi satu masalah serius, dengan angka kasus yang mencatatkan wilayah ini sebagai daerah endemik. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini sangat penting untuk melindungi anak-anak, yang merupakan kelompok usia yang paling berisiko.
Peran Pendidikan dalam Mencegah Penyebaran Rabies di Bali
Pendidikan memiliki peranan penting dalam mencegah penyebaran rabies dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Program Stop Rabies Education mengedukasi anak-anak mengenai bahaya rabies dan bagaimana cara melindungi diri.
Dalam program ini, siswa diajarkan mengenai cara mengenali hewan yang mungkin terinfeksi. Mereka juga diberikan informasi mengenai langkah-langkah yang perlu diambil jika mengalami bite oleh hewan.
Melalui metode interaktif, anak-anak ditugaskan untuk ikut serta dalam sesi tanya jawab dan simulasi. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mereka lebih memahami bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi.
Statistik Rabies yang Mengkhawatirkan di Bali
Statistik menunjukkan bahwa Bali memiliki angka kasus rabies yang cukup tinggi. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, terdapat 34.845 kasus gigitan hewan penular rabies yang tercatat hingga Juli 2025.
Dari jumlah tersebut, 12 kasus berujung pada kematian, yang menunjukkan betapa seriusnya ancaman rabies. Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk memahami risiko dan mengambil langkah preventif.
World Health Organization (WHO) juga mencatat bahwa anak-anak mencakup 40% dari seluruh korban rabies di dunia. Sebagian besar kasus terjadi di wilayah Asia dan Afrika, sehingga program ini sangat relevan dan mendesak.
Analisis Dampak Program terhadap Kesadaran Masyarakat
Evaluasi terhadap program Stop Rabies Education menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat meningkat. Setelah mengikuti program, banyak siswa yang lebih memahami risiko rabies dan cara pencegahannya.
Komunikasi dua arah dalam sesi interaktif juga memberikan dampak positif. Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak untuk berbagi pengalaman dan bertanya langsung kepada fasilitator.
Pengetahuan yang didapat diharapkan bisa ditularkan kepada anggota keluarga. Ini penting agar lebih banyak pihak di lingkungan sekitar anak-anak mengetahui tindakan preventif yang bisa dilakukan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







