6.000 Lebih Lulusan S2-S3 Menganggur dan Putus Asa Mencari Pekerjaan
Table of content:
loading…
LPEM FEB UI mencatat bahwa situasi pengangguran di Indonesia memprihatinkan, terutama di kalangan lulusan pendidikan tinggi. Saat ini, lebih dari 6.000 lulusan S2 dan S3 berada dalam kondisi sulit untuk menemukan pekerjaan dan mengalami putus asa.
Kondisi ini menunjukkan adanya masalah struktural di pasar kerja, yang mempengaruhi lulusan bahkan dari jenjang pendidikan tinggi sekalipun. Laporan terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menggambarkan isu ini secara mendetail.
Laporan Labor Market Brief 2025 Volume 6, Nomor 11 ini disusun oleh Muhammad Hanri dan Nia Kurnia Sholihah. Mereka menyoroti berbagai faktor yang berkontribusi terhadap pengangguran di kalangan lulusan pendidikan tinggi, yang semakin menjadi perhatian publik.
Dengan jumlah lulusan yang terus meningkat, tantangan untuk memasuki pasar kerja menjadi semakin kompleks. Alasan kandidat yang tidak mencari pekerjaan bervariasi, dari keyakinan bahwa tidak ada peluang hingga ketidakcocokan keterampilan.
Statistik Pengangguran Lulusan S2 dan S3 di Indonesia
Data dari LPEM FEB UI menunjukkan bahwa pada Februari 2025, total pengangguran yang terdaftar mencapai 45.000 lulusan S1 dan lebih dari 6.000 lulusan S2 dan S3. Meski porsi ini terbilang kecil, tetapi dampaknya sangat signifikan bagi masyarakat dan ekonominya.
Adanya lulusan pendidikan tinggi yang putus asa ini perlu mendapatkan perhatian serius. Mereka bukan hanya sekadar angka, melainkan individu yang memiliki potensi besar yang tidak terpakai.
Fenomena ini tidak hanya menciptakan kesenjangan sosial, tetapi juga menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru. Dengan latar belakang pendidikan yang tinggi, seharusnya mereka mampu berkontribusi secara lebih produktif.
Dalam konteks ini, penting bagi semua pihak untuk berkolaborasi dalam mengatasi isu pengangguran. Tanggung jawab ini tidak hanya terletak pada pemerintah, tetapi juga pada sektor swasta dan lembaga pendidikan.
Faktor Penyebab Pengangguran di Kalangan Lulusan Mahasiswa
Salah satu faktor utama yang menyebabkan lulusan pendidikan tinggi mengalami pengangguran adalah kurangnya pengalaman kerja. Banyak perusahaan lebih memilih kandidat yang sudah memiliki pengalaman, sehingga lulusan baru merasa terjebak dalam siklus keputusasaan.
Keterampilan yang kurang relevan dengan kebutuhan pasar juga menjadi kendala. Pendidikan yang mereka terima mungkin tidak menunjang kebutuhan industri saat ini, menciptakan ketidaksesuaian antara pengetahuan dan keterampilan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Persepsi tentang usia juga jangan diabaikan. Banyak lulusan muda merasa bahwa mereka tidak dipandang menguntungkan dalam pandangan perusahaan, yang lebih cenderung memilih tenaga kerja yang berpengalaman.
Selain itu, terdapat juga keyakinan bahwa peluang kerja sangat terbatas, sehingga membuat lulusan enggan untuk mencari pekerjaan. Hal ini mengakibatkan sejumlah mereka memilih untuk tidak aktif mencari kerja, sekaligus menunjukkan pesimisme yang tinggi.
Upaya untuk Mengatasi Masalah Pengangguran di Indonesia
Pemerintah perlu mengembangkan program-program pelatihan yang sesuai dengan permintaan pasar. Ini adalah langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri.
Selain itu, kolaborasi antara universitas dan sektor swasta dapat menciptakan peluang kerja yang lebih baik bagi lulusan. Dengan itu, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman lebih awal selama studi mereka melalui magang atau kerja praktis.
Perlu juga dilakukan promosi tentang pentingnya kewirausahaan bagi lulusan. Dengan memberikan pelatihan dan dukungan kepada lulusan untuk memulai bisnis mereka, dapat menciptakan lapangan kerja baru.
Dalam menghadapi tantangan ini, seluruh elemen masyarakat perlu bersinergi. Hanya dengan kerja sama yang solid, masalah pengangguran dapat diminimalkan dan kesempatan kerja bagi lulusan pendidikan tinggi dapat ditingkatkan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









