2 Siswa Penabur Intercultural School Raih Prestasi Internasional di HMCA MUN 2026 Tokyo
Table of content:
Dua siswa dari sekolah PENABUR Intercultural School berhasil mengukir prestasi yang patut dibanggakan di arena internasional. Jeff Kurniawan dan Joshua Wawo Unsulangi menunjukkan kemampuan luar biasa di ajang Harvard Model Congress Asia (HMCA) – Model United Nations (MUN) 2026 yang berlangsung di Tokyo, Jepang.
Jeff Kurniawan, siswa dari PENABUR Intercultural Junior College Kelapa Gading, meraih predikat The Best Delegate, sedangkan Joshua Wawo Unsulangi dari PENABUR Intercultural Junior College Tanjung Duren berhasil meraih Honorable Mention. Pencapaian ini menjadi bukti akan dedikasi dan kerja keras mereka dalam kompetisi yang sangat kompetitif ini.
HMCA adalah sebuah simulasi konferensi PBB yang diadakan untuk memfasilitasi siswa SMA dari berbagai negara belajar mengenai isu-isu global. Acara ini sudah diselenggarakan sejak 2004 dan terus menarik perhatian para pemuda yang tertarik pada politik dan hubungan internasional.
Prestasi yang Menggembirakan dari Dua Siswa Muda
Keberhasilan Jeff dan Joshua tidak hanya menunjukkan kecakapan individu, tetapi juga kerja tim yang solid. Mereka berfungsi dalam tim berisi delegasi dari berbagai negara, bertukar pikiran, dan mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi.
Jeff yang sangat mencintai bidang politik merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam kompetisi ini. “Saya belajar banyak mengenai cara menyampaikan argumen dan mendengarkan pandangan orang lain,” kata Jeff dengan penuh antusias.
Info menarik lainnya adalah persaingan di HMCA tergolong sangat ketat. Delegasi dari berbagai negara memiliki keahlian dan pengalaman yang mengesankan, membuat persiapan yang matang sangat diperlukan untuk bisa bersaing.
Format dan Tujuan dari Harvard Model Congress Asia
HMCA bertujuan untuk mendidik siswa mengenai struktur pemerintahan dan isu-isu internasional. Setiap tahun, acara ini menyajikan tema dan topik yang beragam, yang termasuk tantangan global terkini.
Peserta dibagi ke dalam berbagai komite yang masing-masing mengangkat isu tertentu. Selama konferensi, mereka harus berargumen dan memiliki kemampuan negosiasi yang sangat fleksibel.
Di ajang ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi berlatih menerapkan ilmu mereka dalam setting dunia nyata. Hal ini menjadikan HMCA sebagai platform pembelajaran yang langka untuk generasi muda.
Kontribusi Besar Mahasiswa Harvard di HMCA
HMCA dilaksanakan oleh mahasiswa Harvard University, yang mengambil peran aktif dalam mengorganisir dan memberikan bimbingan kepada para peserta. Mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan pendidikan global dan hubungan internasional.
Di bawah pengawasan mereka, setiap peserta didorong untuk berpikir kritis tentang masalah dunia dan mencari solusi yang adil dan efektif. Ini menjadi salah satu misi utama acara ini sejak pertama kali digelar.
Keberadaan mahasiswa Harvard memberikan otoritas dan prestise tambahan bagi konferensi ini, sehingga pelaksanaan setiap tahun semakin menarik banyak minat dari siswa di seluruh dunia.
Pentingnya Komunikasi dan Kerja Tim dalam MUN
Salah satu pelajaran berharga yang didapat oleh peserta MUN adalah pentingnya komunikasi yang efektif. Dalam simulasi ini, kemampuan untuk mendengar dan merespons dengan tepat sangat menentukan kesuksesan.
Kerja tim juga menjadi aspek yang tidak kalah krusial. Setiap delegasi harus mampu menjalin kerjasama dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda, sehingga menciptakan suasana diskusi yang konstruktif.
Jeff menjelaskan bagaimana kolaborasi membantu mereka mendalami isu yang diangkat. “Kami perlu saling mendukung dan memberi masukan agar bisa mencapai kesepakatan bersama. Setiap suara penting,” katanya.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








