22 Kapal Wisata Terbakar di Pelabuhan Phuket Thailand
Table of content:
Kebakaran terjadi di dermaga Teluk Chalong, Phuket, pada Rabu dini hari, 7 Januari 2026 dan menyebar dengan sangat cepat. Insiden ini menghasilkan kerusakan parah yang mengakibatkan 22 kapal wisata hangus, yang semuanya dimiliki oleh 13 perusahaan penyedia jasa.
Dalam keadaan genting, ratusan wisatawan yang telah mempersiapkan tur mereka menjadi terjebak oleh armada kapal yang tidak memadai. Kerugian yang dialami ditaksir mencapai 38 juta baht atau sekitar 20 miliar rupiah, menurut laporan pejabat setempat.
Tanpa adanya korban jiwa, situasi ini menggambarkan dampak serius terhadap industri pariwisata di lokasi resor ini. Banyak operator tur mengklaim insiden ini adalah yang terburuk yang pernah terjadi di kawasan tersebut, dengan banyaknya tur yang harus dibatalkan akibat kebakaran tersebut.
Ledakan yang didengar oleh saksi di salah satu kapal cepat dianggap sebagai pemicu awal dari kebakaran yang mengganas ini. Kementerian terkait terus mendalami penyebab kebakaran lebih lanjut, sementara para saksi menggambarkan terdengarnya suara letusan yang mendahului kobaran api yang melahap armada.
Petugas kepolisian dan tim penyelamat menerima laporan terkait kebakaran ini pada pukul 4 pagi. Penghantaran empat unit pemadam kebakaran dari beberapa kotamadya setempat pun dilakukan untuk menangani api yang berkobar dengan intensitas tinggi.
Proses Pemadaman dan Penanganan Kebakaran yang Rumit
Penanganan situasi pasca-kebakaran menunjukkan tantangan yang signifikan. Dengan angin kencang yang menghembus kuat, operasi pemadaman dilakukan dengan taktik yang lebih berhati-hati.
Tim pemadam kebakaran harus memotong tali tambat sejumlah kapal untuk mencegah api menjalar ke kapal lain yang berdekatan. Langkah ini menunjukkan strategi terencana yang diperhitungkan dengan baik dalam situasi krisis yang mendesak.
Air pasang yang surut di kawasan tersebut sempat memperlambat upaya pemadaman yang dilakukan. Meskipun demikian, setelah kerja keras tim pemadam, api akhirnya berhasil dikendalikan dengan kerugian yang bisa dibilang lebih parah.
Setelah api padam, Gubernur Phuket, Nirat Pongsitthaworn, mengeluarkan instruksi untuk memindahkan kapal-kapal yang sudah tidak layak dan berisiko mencemari lingkungan. Proses ini demi mencegah dampak lebih jauh dari insiden yang sudah berlangsung.
Selain itu, busa pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk menangani potensi polusi dari bahan bakar kapal yang hangus. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meminimalisir dampak lingkungan di wilayah maritim.
Dampak bagi Wisatawan dan Industri Pariwisata
Aktivitas pariwisata yang dilakukan di Phuket kian mengalami dampak signifikan akibat insiden ini. Ribuan wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan alam di pulau tersebut terpaksa mempertimbangkan ulang rencana perjalanan mereka.
Beberapa operator tur terpaksa mencari alternatif solusi dengan menyediakan kapal pengganti, namun tidak semua tur dapat dilanjutkan. Ini menciptakan sejumlah pembatalan yang memengaruhi citra tempat wisata di Thailand.
Wisatawan yang terkena dampak harus berhadapan dengan kenyataan bahwa fasilitas transportasi tidak memadai untuk memenuhi permintaan yang ada. Akibatnya, banyak dari mereka yang merasa kecewa dan kehilangan kesempatan menikmati keindahan pulau tersebut.
Selain itu, insiden ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan operasional kapal di kawasan tersebut. Para pengatur industri pariwisata di Thailand kini dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan standar keselamatan demi menjaga kepercayaan publik.
Dengan insiden besar ini, banyak pihak yang mendorong agar evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap prosedur keselamatan operasional kapal. Langkah ini diperlukan untuk menghindari terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Langkah-Langkah Selanjutnya untuk Mencegah Insiden Serupa
Pemerintah setempat berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua aspek keselamatan transportasi laut di Phuket. Langkah awal yang diambil termasuk pemanggilan pemilik kapal untuk memberikan penjelasan terkait prosedur pemadaman kebakaran yang ada.
Komite keselamatan juga direncanakan akan dibentuk untuk merumuskan langkah-langkah perlindungan yang lebih baik di masa mendatang. Selain itu, upaya peningkatan fasilitas pemadam kebakaran di dermaga juga akan menjadi fokus perhatian.
Para pemilik kapal diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menciptakan kengamanan bagi semua pengguna jasa transportasi laut di wilayah tersebut. Keberlanjutan industri pariwisata sangat bergantung pada reputasi keamanan yang dimiliki oleh setiap perusahaan.
Lebih jauh lagi, edukasi dan pelatihan untuk awak kapal terkait penanganan kebakaran dan prosedur keselamatan lain menjadi hal yang harus diprioritaskan. Mengingat resiko yang ada, memahami cara merespons insiden semacam ini sangat krusial.
Dengan langkah-langkah ini, harapannya adalah untuk memperkuat daya tarik pariwisata di Phuket, sekaligus memberikan rasa aman kepada pengunjung yang datang. Dalam jangka panjang, ini juga akan membantu memulihkan kepercayaan publik terhadap industri pariwisata Thailand.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









