Banjir Rendam Rumah dan Pertokoan di Tanjungpinang Kepri
Table of content:
Banjir rob yang melanda Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, telah menjadi masalah lingkungan yang serius. Khususnya di kawasan pesisir, banjir ini mengakibatkan kerusakan yang luas, merendam banyak pusat perdagangan dan rumah warga.
Dampak banjir yang disebabkan oleh air laut ini tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga mengancam kehidupan sehari-hari masyarakat. Banyak warga yang harus mengungsi dan mengamankan barang-barang berharga mereka agar tidak terendam air.
Di Pelantar II Tanjungpinang, air laut naik hingga setinggi betis orang dewasa. Yohan, seorang pedagang sembako, mengungkapkan bahwa meskipun banjir rob telah terjadi sejak awal Januari 2026, intensitasnya baru terasa kini saat air memasuki tokonya.
Warga Kelurahan Sei Jang juga merasakan dampak serupa, terutama saat air laut mulai masuk ke dalam rumah mereka. Jufri, seorang warga setempat, terpaksa mengevakuasi perabotan rumah tangga dan barang elektroniknya untuk menghindari kerusakan akibat banjir.
Anak-anak di wilayah tersebut melihat banjir sebagai kesempatan untuk bermain, meskipun situasi ini menunjukkan persoalan serius yang harus dihadapi masyarakat. Jufri menyatakan bahwa banjir rob sudah menjadi rutinitas tahunan karena lokasi yang dekat dengan pantai.
Fenomena Banjir Rob dan Penyebabnya di Tanjungpinang
Di Kelurahan Kampung Bugis, banyak rumah terendam, termasuk ruang tamu, halaman, hingga dapur. Warga sudah mulai mengantisipasi fenomena ini dengan berbagai cara agar dampaknya tidak terlalu parah.
Rio, seorang warga Kampung Bugis, menjelaskan bahwa ia telah memasang tanggul di pintu rumahnya sebagai langkah pencegahan. Kesadaran akan ancaman banjir rob ini tampaknya mulai tumbuh di komunitas, meskipun tidak semua bisa dipersiapkan dengan baik.
Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, turut memberikan imbauan kepada warga pesisir agar lebih waspada terhadap fenomena ini. Menurut Yamin, tindakan pencegahan adalah kunci untuk meminimalisir kerugian dari banjir rob yang dapat datang kapan saja.
Masyarakat diimbau untuk menyelamatkan barang-barang berharga serta mematikan listrik yang berada di area yang terjangkau air. Dalam situasi darurat, BPBD siap menerima laporan dari warga yang butuh bantuan.
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memberikan informasi siapa yang terlibat dalam mempelajari penyebab banjir rob. Menurut BMKG, fenomena ini terjadi karena adanya fase Perigee dan bulan purnama, yang bersamaan pada awal bulan Januari, memicu kenaikan permukaan air laut.
Upaya Penanggulangan Dan Pemantauan Banjir Rob
PM serta pemerintah daerah berusaha untuk melakukan berbagai langkah antisipatif guna menanggulangi permasalahan ini. Di sinilah peran BPBD dan instansi terkait lainnya menjadi sangat penting untuk memberikan informasi dan bimbingan kepada masyarakat.
Jufri mengungkapkan bahwa, meskipun fenomena ini sudah lama dikenal, cara penanggulangannya perlu terus ditingkatkan. Masyarakat diharapkan untuk tetap proaktif dalam merespons setiap peringatan yang dikeluarkan oleh BMKG agar bisa melakukan langkah-langkah pencegahan yang lebih baik.
Pendidikan dan penyuluhan tentang penanganan banjir rob perlu ditingkatkan nữa di berbagai kalangan, terutama di area yang rentan terhadap dampaknya. Tanpa adanya pengetahuan yang baik, masyarakat akan kesulitan menghadapi berbagai risiko yang dimunculkan oleh fenomena ini.
Penataan ruang yang lebih baik dan perencanaan infrastruktur yang efektif merupakan dua aspek penting yang harus diperhatikan. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur seperti saluran air dan tanggul yang lebih baik bisa dilakukan untuk mengantisipasi dampak kerusakan yang lebih besar.
Community outreach atau komunikasi dengan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam upaya penanggulangan banjir rob. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, mereka akan lebih siap dan cepat dalam menghadapi situasi darurat.
Pentingnya Kesadaran Lingkungan Di Wilayah Pesisir
Siklus banjir rob yang berulang menandakan perlunya kesadaran yang tinggi dari masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Selain mempengaruhi kehidupan sehari-hari, dampak lingkungan ini akan berimbas pada berbagai aspek lainnya.
Perubahan iklim yang mulai terasa juga berkontribusi pada fenomena ini, sehingga perlu adanya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah untuk mengurangi efek yang ditimbulkan. Tanpa tindakan kolektif, ancaman banjir rob di masa depan akan semakin meningkat.
Semangat saling peduli antarwarga juga perlu ditingkatkan agar mereka dapat saling mendukung dalam masa-masa sulit. Tindakan gotong royong dalam menghadapi banjir akan sangat membantu untuk mengurangi beban yang dirasakan oleh masing-masing individu.
Pendidikan tentang dampak lingkungan dan pemeliharaan ekosistem juga harus menjadi perhatian serius. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan serta menghindari perilaku yang dapat memperparah dampak banjir rob.
Kesadaran untuk melestarikan lingkungan akan berdampak positif tidak hanya bagi masyarakat saat ini tetapi juga untuk generasi masa depan. Dengan terbinanya kesadaran ini, diharapkan fenomena banjir rob dapat diminimalisir serta kehidupan masyarakat pesisir dapat berjalan lebih baik.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










