Kali Ciliwung Meluap, 15 RT di Jakarta Timur Terendam karena Banjir
Table of content:
Di Jakarta Timur, fenomena banjir kembali terjadi dan merendam sejumlah wilayah. Meluapnya Kali Ciliwung akibat hujan deras yang mengguyur membuat kondisi menjadi kritis bagi beberapa Rukun Tetangga (RT) di daerah tersebut.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa hingga pukul 09.00 WIB, total terdapat 15 RT yang terendam oleh banjir. Tinggi genangan bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter, mengancam aktivitas masyarakat setempat.
BPBD DKI Jakarta berkomitmen untuk memantau dan membantu dalam penanganan banjir ini. Mereka telah mengerahkan petugas untuk memantau dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kenyamanan dan keselamatan warga.
Persoalan banjir memang merupakan masalah yang berulang di Jakarta, terutama saat musim hujan. Para petugas berupaya mengefektifkan sistem drainase dan mengurangi genangan secepat mungkin demi keselamatan masyarakat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa mereka bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk menangani masalah genangan. Upaya penyedotan air dilakukan di lokasi yang terdampak banjir.
Data dan Wilayah yang Terkena Banjir di Jakarta Timur
Berikut adalah rincian mengenai RT yang terkena dampak banjir di Jakarta Timur. Tercatat tiga RT di Kelurahan Bidara Cina yang mengalami ketinggian air mencapai 30-35 cm.
Sementara itu, di Kelurahan Kampung Melayu, empat RT terendam dengan ketinggian mencapai 80 cm. Hal ini menunjukkan tingkat bahaya yang cukup serius bagi masyarakat yang tinggal di sana.
Kelurahan Cawang mengalami kondisi serupa dengan lima RT terendam di kedalaman yang juga mencapai 80 cm. Genangan yang tinggi menyulitkan mobilitas penduduk dan menyebabkan risiko kesehatan.
Di sisi lain, Kelurahan Cililitan mencatatkan tiga RT yang terimbas banjir dengan ketinggian hingga 50 cm. Masyarakat diharapkan waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan.
Upaya Penanganan Banjir Oleh BPBD DKI Jakarta
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi di lapangan secara intens. Mereka juga berupaya untuk memaksimalkan fungsi saluran air agar genangan dapat surut dengan cepat.
Penyedotan genangan air dilakukan di titik-titik yang dianggap membutuhkan perhatian lebih. Selain itu, mereka mencoba untuk memastikan bahwa peralatan dan infrastruktur yang ada berfungsi optimal.
Koordinasi dengan berbagai dinas terkait menjadi langkah penting dalam menangani masalah banjir ini. Hal ini demi memastikan bahwa setiap upaya penanggulangan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.
BPBD juga menyediakan informasi terkini mengenai situasi genangan di masing-masing wilayah. Ini penting agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan situasi dan mengambil tindakan yang tepat.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Banjir
Kesadaran masyarakat akan risiko banjir sangat penting untuk meminimalkan dampaknya. Edukasi mengenai tindakan yang harus diambil saat terjadi banjir dapat menyelamatkan nyawa dan harta benda.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar tentang pentingnya menjaga kebersihan saluran air. Dengan mengurangi sampah dan material lain di saluran, kemungkinan terjadinya banjir dapat diminimalkan.
Keterlibatan masyarakat dalam tindakan pencegahan menjadi kunci dalam upaya menyelamatkan lingkungan. Masyarakat diharapkan aktif berpartisipasi dalam berbagai program yang ada.
Dengan memahami situasi dan kondisi yang ada, masyarakat bisa lebih siap menghadapi kemungkinan bencana banjir di kemudian hari. Edukasi dan mitigasi menjadi dua aspek yang saling melengkapi.
Pada akhirnya, upaya pencegahan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









