Teguran Keras Presiden untuk Pejabat yang Tak Mau Dikriktik
Table of content:
Presiden Prabowo Subianto menghadiri pemusnahan narkotika seberat 214,84 ton senilai Rp29,37 triliun yang dilakukan oleh Polri di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10). Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyinggung pejabat yang tidak mau dikritik dan dikoreksi.
Dalam sebuah acara yang berlangsung di Jakarta Selatan, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan tegas terkait kinerja pejabat pemerintah. Ia menekankan pentingnya kritik sebagai alat untuk membangun kualitas pelayanan publik yang lebih baik.
Kritikan disampaikan dengan nada serius, menyoroti perlunya para pejabat untuk bertanggung jawab atas pekerjaan mereka. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan bahwa tidak ada ruang bagi keterpurukan dalam pelayanan publik di era modern ini.
Presiden Prabowo dan Komitmennya dalam Melawan Narkoba
Pemusnahan narkotika seberat 214,84 ton yang dilakukan oleh Polri menjadi momen penting dalam agenda pemerintah. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di tanah air.
Presiden Prabowo menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun masyarakat yang bebas dari pengaruh narkoba. Dengan menampilkan tindakan nyata, diharapkan bisa memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan di bidang ini.
Dalam acara tersebut, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memerangi narkoba. Ia menjelaskan bahwa upaya ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama.
Menanggapi Pejabat yang Enggan Diberi Kritikan
Pernyataan tegas Prabowo kepada pejabat yang tidak mau dikritik diharapkan dapat menyadarkan mereka akan tanggung jawabnya. Kritik sejatinya adalah bagian dari proses evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah.
Dalam konteks ini, Presiden mengingatkan bahwa keterbukaan terhadap kritik adalah salah satu kunci untuk menciptakan pemerintahan yang efektif. Tanpa adanya kritik yang konstruktif, akan sulit untuk menemukan solusi terhadap berbagai isu yang ada.
Prabowo juga menekankan bahwa pejabat harus siap menerima masukan dari masyarakat. Ini adalah bagian dari transparansi dan akuntabilitas yang sebaiknya menjadi budaya dalam pemerintahan.
Membangun Kualitas Pelayanan Publik yang Lebih Baik
Dalam pandangannya, upaya peningkatan kualitas pelayanan publik tidak bisa ditunda lagi. Setiap pejabat harus menyadari bahwa mereka adalah pelayan masyarakat dan bukan sebaliknya.
Pemerintah perlu menciptakan sistem yang mendukung agar setiap pemberian masukan dari publik dapat dimanfaatkan untuk perbaikan. Keterlibatan masyarakat dalam menilai kinerja pemerintah menjadi sangat penting.
Dengan begitu, diharapkan tercipta interaksi yang positif antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini dapat mengurangi potensi konflik dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








